Jombang – KH Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, resmi memegang tampuk kepemimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama setelah ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031.
Keputusan tersebut diambil melalui mekanisme musyawarah oleh tim Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026).
Gus Kikin terpilih setelah mengungguli kandidat lainnya dalam proses penjaringan bakal calon, di mana ia berhasil mengumpulkan 472 suara dari total 2.397 suara yang masuk.
Lahir di Jombang pada 17 Agustus 1958, Gus Kikin merupakan sosok yang memiliki silsilah keluarga erat dengan pendiri Nahdlatul Ulama, KH M Hasyim Asy’ari.
Ia adalah putra dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum.
Sebelum menapaki karier di jajaran pimpinan pusat NU, Gus Kikin dikenal luas sebagai pengasuh ke-8 di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.
Perjalanan profesionalnya tergolong unik karena ia memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja di sektor maritim.
Ia merupakan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta tahun 1979.
Setelah lulus, ia sempat berkarier di perusahaan pelayaran negara, PT Djakarta Lloyd, selama lebih dari satu dekade.
Puncaknya, ia pernah menjabat sebagai kepala cabang di Cilegon saat usianya menginjak 30 tahun.
Pengalaman di dunia pelayaran tersebut membawanya berkeliling dunia sebelum akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri pada 1992.
Setelah meninggalkan dunia pelayaran, ia beralih ke dunia wirausaha dengan mengelola bisnis di bidang ekspor, logistik, dan perdagangan komoditas.
Kombinasi pengalaman manajerial di sektor swasta dan pemahaman mendalam tentang ekosistem pesantren menjadi modal utama Gus Kikin saat terjun ke organisasi NU.
Kiprahnya di NU dimulai dengan menjabat sebagai Wakil Ketua PWNU Jawa Timur pada 2008-2022.
Selanjutnya, ia dipercaya memegang posisi Ketua PBNU bidang ekonomi pada 2022.
Pada awal 2024, ia sempat mengemban tugas sebagai Penjabat (Pj) Ketua PWNU Jawa Timur sebelum akhirnya terpilih secara definitif dalam Konferwil XVIII PWNU Jawa Timur pada Agustus 2024.
Di lingkungan Pesantren Tebuireng, Gus Kikin mulai berperan aktif setelah diminta oleh KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah untuk membantu manajemen pesantren pada 2015.
Setelah Gus Sholah wafat pada 2020, tanggung jawab penuh sebagai pengasuh pesantren pun diserahkan kepadanya.
Dalam kepemimpinannya, ia berkomitmen untuk menyeimbangkan tradisi keilmuan klasik dengan modernisasi sistem manajemen pendidikan.
Gus Kikin juga tercatat memiliki riwayat pendidikan formal yang beragam, termasuk menempuh studi komunikasi di Universitas Terbuka pada 2013, selain pendidikan dasar hingga menengah di Jombang.
Di luar kesibukan organisasi dan pesantren, ia dikenal gemar melakukan aktivitas fisik seperti berenang dan bermain golf.
Ia menjalani kehidupan rumah tangga bersama sang istri, Bu Nyai Lelly, yang dinikahinya sejak 1984.
Kini, tantangan besar menanti Gus Kikin dalam memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut selama lima tahun ke depan, sebagaimana tercatat dalam Pernyataan resmi Muktamar ke-35 NU, Jumat (4/9/2026).























