Devisa Pariwisata Indonesia Tembus Rp68,28 Triliun pada Kuartal I 2026

Nilai tersebut berasal dari penerimaan devisa wisata sebesar US$4,05 miliar dan meningkat 6,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

persen

Rapat Kerja Kementerian Pariwisata bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Rapat Kerja Kementerian Pariwisata bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Jakarta – Sektor pariwisata Indonesia menghasilkan devisa sebesar Rp68,28 triliun pada kuartal pertama 2026.

Nilai tersebut berasal dari penerimaan devisa wisata sebesar US$4,05 miliar dan meningkat 6,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data tersebut disampaikan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dalam Rapat Kerja Kementerian Pariwisata bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Selain peningkatan devisa, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara juga mencapai 4,68 juta kunjungan sepanjang Januari-April 2026 atau tumbuh 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Widiyanti, capaian tersebut menunjukkan sektor pariwisata tetap menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.

“Pariwisata tidak hanya kita dorong untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, devisa, investasi, dan kontribusi terhadap PDB. Yang tidak kalah penting, pertumbuhan pariwisata harus dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan peningkatan kualitas sektor pariwisata agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat menjangkau masyarakat luas, termasuk pelaku usaha dan komunitas di daerah.

Rekomendasi