Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja yang cenderung stagnan dengan kecenderungan melemah tipis sepanjang periode perdagangan 24 hingga 28 Agustus 2026.
Data resmi yang dirilis melalui IDX Mobile pada Sabtu (29/8/2026) menunjukkan indeks mengalami koreksi sebesar 0,12 persen dalam kurun waktu sepekan tersebut.
Sepanjang periode perdagangan, IHSG terpantau bergerak fluktuatif di rentang level 6.377 hingga 6.567.
Aktivitas perdagangan di lantai bursa mencatatkan volume sebesar 144,2 miliar lembar saham.
Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp61,14 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 8,61 juta kali.
Penurunan juga terjadi pada sisi kapitalisasi pasar bursa yang ditutup pada angka Rp11.431 triliun.
Angka tersebut mencerminkan penyusutan sebesar 0,16 persen dibandingkan posisi pekan sebelumnya yang berada di level Rp11.449 triliun.
Dominasi transaksi di bursa saham domestik masih dipegang oleh investor lokal dengan porsi mencapai 69 persen.
Sementara itu, investor asing menyumbang porsi sebesar 31 persen terhadap total nilai transaksi mingguan.
Investor lokal mencatatkan total aksi beli sebesar Rp43,6 triliun, sementara aksi jual tercatat di angka Rp43,85 triliun.
Di sisi lain, investor asing mencatatkan nilai beli sebesar Rp17,57 triliun dan nilai jual sebesar Rp17,29 triliun.
Kondisi tersebut menghasilkan posisi beli bersih atau net buy asing senilai Rp279,23 miliar.
Capaian net buy ini mengalami penurunan signifikan hingga 87,5 persen dibandingkan catatan pekan sebelumnya yang menyentuh angka Rp2,23 triliun.
Meski indeks secara keseluruhan melemah, sejumlah emiten berhasil mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan harga saham di atas 28 persen.
PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) memimpin daftar top gainers dengan penguatan sebesar 89,22 persen ke level Rp965.
Menyusul di peringkat kedua, PT Steady Safe Tbk (SAFE) menguat 77,66 persen menjadi Rp700, diikuti PT Golden Flower Tbk (POLU) yang naik 61,76 persen ke harga Rp18.400.
Emiten lainnya yang masuk dalam jajaran penguat adalah PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) dengan kenaikan 48,9 persen.
PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) mencatat kenaikan 42,22 persen, serta PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) yang menguat 40,15 persen.
Di sisi berlawanan, terdapat sepuluh saham yang mengalami tekanan jual paling tajam dengan koreksi di atas 8 persen.
PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) memuncaki daftar top losers setelah melemah 16,42 persen ke posisi Rp224.
PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menyusul dengan penurunan sebesar 12,33 persen ke harga Rp1.990.
Selain itu, saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) turut tertekan dengan pelemahan sebesar 9,72 persen hingga berakhir di level Rp65.




















