Harga Saham Melonjak 19% Usai Aksi Buyback Dimulai Hari Ini

persen

Harga Saham Melonjak 19% Usai Aksi Buyback Dimulai Hari Ini

Jakarta – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) resmi memulai aksi korporasi berupa pembelian kembali saham atau buyback pada Jumat (4/9/2026).

Langkah strategis ini diambil perusahaan di tengah kondisi pasar modal yang sedang mengalami fluktuasi signifikan.

Perseroan telah menyiapkan anggaran maksimal sebesar Rp500 miliar untuk menyukseskan program tersebut.

Dana tersebut mencakup seluruh biaya transaksi, termasuk biaya perantara pedagang efek serta biaya penunjang lainnya.

Program buyback ini akan berlangsung selama periode tiga bulan, terhitung sejak 4 September hingga 4 Desember 2026.

Pelaksanaan transaksi dilakukan secara bertahap melalui mekanisme perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

ERAA menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai mitra sekuritas untuk mengeksekusi pembelian kembali saham tersebut.

Target volume pembelian ditetapkan maksimal sebesar 797,5 juta lembar saham.

Jumlah tersebut setara dengan porsi maksimal 5% dari total modal disetor perusahaan.

Head of Legal & Corporate Secretary ERAA, Amelia Allen, menegaskan bahwa seluruh pendanaan aksi ini bersumber dari kas internal perseroan.

“Maksimal jumlah buyback saham ialah Rp500 miliar, sudah termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain yang berkaitan dengan pembelian kembali saham,” ujar Amelia dalam keterbukaan informasi, Kamis (3/9/2026).

Manajemen memastikan bahwa pelaksanaan aksi ini tetap mengacu pada ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023.

Sebelum dimulainya periode buyback, pasar merespons positif rencana ini dengan kenaikan harga saham yang tajam.

Pada penutupan perdagangan Kamis (3/9/2026), harga saham ERAA melonjak 75 poin atau 14,42% ke level Rp595 per lembar.

Secara akumulatif, harga saham perseroan telah menguat sebesar 19,96% dalam kurun waktu lima hari perdagangan terakhir.

Terkait dampak finansial, perseroan telah melakukan simulasi berdasarkan proforma laporan keuangan per 31 Desember 2025.

Jika dana Rp500 miliar terserap seluruhnya, total aset dan ekuitas ERAA diproyeksikan berkurang dengan nilai yang sama.

Namun, manajemen memastikan transaksi ini tidak akan memberikan dampak material terhadap biaya operasional perusahaan.

Proyeksi laba bersih dan laba per saham atau earnings per share (EPS) juga diperkirakan tidak akan mengalami perubahan signifikan.

Manajemen meyakini kondisi arus kas dan permodalan perseroan saat ini masih sangat memadai.

Aksi korporasi ini dinilai tidak akan mengganggu kegiatan usaha maupun prospek pertumbuhan bisnis Erajaya ke depan.

Investor disarankan untuk terus memantau realisasi pembelian saham selama periode tiga bulan ke depan.

Realisasi pembelian saham dapat berada di bawah batas maksimal Rp500 miliar tergantung pada kondisi pasar dan keputusan manajemen.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar