IHSG Menguat 0,31%, Cek Saham LQ45 Pendorong Laju Indeks Jumat

Ikhwan Setiawan

IHSG Menguat 0,31%, Cek Saham LQ45 Pendorong Laju Indeks Jumat

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada pembukaan perdagangan Jumat, 4 September 2026.

Data pasar menunjukkan indeks utama Bursa Efek Indonesia ini naik sebesar 0,31 persen atau 20,844 poin ke posisi 6.688,735 pada pukul 09.19 WIB.

Sentimen positif dari bursa saham Amerika Serikat (AS) menjadi motor utama yang mendorong optimisme investor di pasar modal domestik.

Performa positif ini tercermin dari aktivitas perdagangan di mana sebanyak 334 saham mencatat kenaikan harga.

Sebaliknya, terdapat 191 saham yang mengalami koreksi, sementara 197 saham lainnya bergerak stagnan.

Total volume perdagangan pada sesi pagi ini mencapai 5,7 miliar saham dengan nilai transaksi keseluruhan menyentuh Rp 2,3 triliun.

Penguatan IHSG didominasi oleh enam indeks sektoral yang bergerak di zona hijau.

Sektor energi memimpin dengan kenaikan sebesar 0,69 persen, diikuti sektor infrastruktur sebesar 0,60 persen.

Sektor barang baku juga memberikan kontribusi positif dengan penguatan sebesar 0,42 persen.

Pergerakan saham-saham dalam indeks LQ45 menunjukkan dinamika yang cukup variatif.

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) memimpin daftar top gainers dengan kenaikan 1,97 persen ke level Rp 9.075.

Saham PT Solusi Energi Digital Tbk (WIFI) menyusul dengan penguatan 1,44 persen menjadi Rp 2.120.

Sementara itu, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatatkan kenaikan 1,28 persen ke posisi Rp 790 per saham.

Di sisi lain, saham yang mengalami tekanan jual cukup besar adalah PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) dengan penurunan 1,39 persen.

PT Astra International Tbk (ASII) juga terpantau melemah 1,19 persen menjadi Rp 4.990.

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) melengkapi daftar top losers dengan pelemahan sebesar 1,03 persen menjadi Rp 960.

Analisis teknikal yang disusun oleh BRI Danareksa Sekuritas menyatakan bahwa IHSG telah berhasil menembus level resistance di angka 6.650.

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang berada di area positif turut mengonfirmasi keberlanjutan momentum bullish saat ini.

“Selama bertahan di atas 6.650, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.724, dengan 6.550 sebagai support terdekat,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya, Jumat (4/9/2026).

Meski demikian, analis memperingatkan adanya potensi aksi ambil untung atau profit taking dalam jangka pendek mengingat posisi indeks yang sudah berada di level yang relatif tinggi.

Fokus investor kini tertuju pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dijadwalkan meluncur hari ini.

Data nonfarm payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran AS periode Agustus menjadi katalis krusial bagi arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan.

Kondisi tenaga kerja yang lebih lemah dari ekspektasi diprediksi dapat meningkatkan harapan pasar terhadap pelonggaran kebijakan suku bunga.

Optimisme pasar domestik juga tidak terlepas dari performa Wall Street yang ditutup menguat pada perdagangan Kamis (3/9/2026).

Indeks Dow Jones Industrial Average mencatat kenaikan 1,18 persen, S&P 500 naik 1,06 persen, dan Nasdaq Composite menguat 1,40 persen.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar