IHSG Melesat 4,24%, Transaksi Harian BEI Melonjak 36,25% Sepekan

Kholida Rahman

IHSG Melesat 4,24%, Transaksi Harian BEI Melonjak 36,25% Sepekan

Jakarta – Pasar modal Indonesia mencatatkan performa impresif sepanjang periode perdagangan 13 hingga 17 Juli 2026 yang ditandai dengan lonjakan signifikan pada seluruh indikator utama bursa.

Data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Minggu (19/7/2026) menunjukkan rata-rata nilai transaksi harian melesat hingga 36,25 persen.

Angka tersebut mencapai Rp 13,99 triliun, meningkat tajam dibandingkan posisi pekan sebelumnya yang sebesar Rp 10,27 triliun.

Kenaikan aktivitas perdagangan juga terlihat pada rata-rata volume transaksi harian yang tumbuh 27,75 persen menjadi 26,17 miliar saham.

Frekuensi transaksi harian turut mencatatkan tren positif dengan peningkatan 24,60 persen hingga mencapai 2,33 juta kali transaksi.

Dinamika pasar yang bergairah ini berdampak langsung pada penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

IHSG ditutup menguat 4,24 persen ke level 6.175,535 dari posisi sebelumnya di angka 5.924,360.

Kapitalisasi pasar bursa pun mengalami pertumbuhan sebesar 3,95 persen menjadi Rp 10.749 triliun.

Investor asing menunjukkan minat beli yang cukup kuat pada perdagangan akhir pekan dengan mencatatkan aksi beli bersih sebesar Rp 638,05 miliar.

Kendati demikian, secara akumulatif sejak awal tahun, investor asing masih mencatatkan jual bersih senilai Rp 75,712 triliun.

Momentum kenaikan kinerja bursa ini bertepatan dengan perayaan HUT ke-34 BEI yang mengusung tema “Stronger. Credible. Growth.” pada 13 Juli 2026.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa usia 34 tahun merupakan bukti nyata dari kontribusi berbagai generasi kepemimpinan dalam mengokohkan fondasi pasar modal nasional.

“Perjalanan 34 tahun BEI merupakan tonggak estafet yang dibangun dari kontribusi berbagai generasi kepemimpinan dalam memperkuat fondasi pasar modal Indonesia,” ujarnya dikutip dari rilis resmi, Jumat (17/7/2026).

Jeffrey menambahkan bahwa kesinambungan tersebut menjadi modal krusial bagi BEI untuk menjaga kredibilitas dan memacu pertumbuhan pasar modal ke depan.

Di sisi lain, bursa terus memperkuat inisiatif strategis, termasuk pengembangan Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon).

BEI aktif berkolaborasi dengan Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) serta Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA).

Langkah tersebut difokuskan pada penguatan tata kelola karbon korporasi guna membangun ekosistem pasar karbon yang lebih transparan dan berintegritas.

Selain itu, BEI bersama jajaran Self Regulatory Organization (SRO) melakukan penyempurnaan metodologi pemantauan perdagangan.

Pihak bursa menambahkan indikator price impact ratio bagi saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun.

Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas pemantauan melalui pengukuran hubungan antara perubahan harga saham dan aktivitas transaksi.

Penyempurnaan aturan tersebut dilakukan demi menjaga integritas pasar serta efisiensi perdagangan bagi seluruh pelaku pasar.

BEI menargetkan momentum pertumbuhan ini dapat terus terjaga demi mendukung stabilitas dan daya saing ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar