IHSG Menguat ke 6.540 Usai Sempat Anjlok Jelang Reshuffle Kabinet

Ikhwan Setiawan

IHSG Menguat ke 6.540 Usai Sempat Anjlok Jelang Reshuffle Kabinet

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan fluktuasi tajam pada perdagangan Senin (14/9), merespons dinamika politik nasional terkait perombakan kabinet di Istana Negara.

Indeks sempat terperosok dalam hingga 2,56 persen pada sesi intraday.

Posisi indeks sempat menyentuh titik terendah di level 6.373,96 pada pukul 15.02 WIB.

Namun, tekanan jual tersebut perlahan mereda menjelang penutupan sesi perdagangan.

IHSG kemudian menunjukkan pemulihan signifikan dengan melesat ke level 6.540,50 pada pukul 15.48 WIB.

Volatilitas pasar modal hari ini bertepatan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto yang melakukan perombakan kabinet.

Presiden Prabowo resmi memberhentikan Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan.

Posisi tersebut kini diisi oleh Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Perubahan posisi juga terjadi pada jajaran kementerian koordinator.

Beredar kabar kuat bahwa posisi Menko PMK yang sebelumnya dijabat Pratikno akan digantikan oleh Sugiono.

Sugiono sendiri saat ini masih tercatat sebagai Menteri Luar Negeri.

Pergeseran posisi Sugiono ke pos baru memicu spekulasi mengenai suksesor di Kementerian Luar Negeri.

“Pengganti Sugiono yang tengah disiapkan kemungkinan besar adalah Arrmanatha Nasir,” sebut sumber yang dihimpun Katadata.co.id.

Dinamika politik tersebut turut memengaruhi pola transaksi investor di pasar modal.

Aksi jual bersih oleh investor asing atau net foreign sell mendominasi sepanjang sesi pertama perdagangan.

Data dari Stockbit Sekuritas menunjukkan total nilai net foreign sell mencapai Rp 664,34 miliar.

Secara rinci, investor asing mencatatkan nilai beli atau foreign buy sebesar Rp 1,97 triliun.

Di sisi lain, nilai jual atau foreign sell tercatat sebesar Rp 2,63 triliun.

Para pelaku pasar tampak berhati-hati dalam merespons perubahan struktur kabinet yang diumumkan petang ini.

Sentimen ketidakpastian politik kerap menjadi faktor utama yang memicu aksi jual investor di pasar saham Indonesia.

Namun, kemampuan indeks untuk kembali menguat di akhir sesi menunjukkan adanya akumulasi beli dari pelaku pasar lokal.

Pergerakan harga saham hari ini mencerminkan sensitivitas pasar terhadap kebijakan strategis pemerintah.

Perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo menjadi sorotan utama investor domestik maupun asing.

Stabilitas ekonomi pasca-perubahan struktur menteri akan menjadi katalis penting bagi pergerakan IHSG ke depannya.

Hingga penutupan pasar hari ini, investor masih terus memantau detail pelantikan menteri dan wakil menteri di Istana Negara.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar