IHSG Sesi I Melemah, Asing Lepas Saham BUMI, ANTM, BMRI

Ikhwan Setiawan

IHSG Sesi I Melemah, Asing Lepas Saham BUMI, ANTM, BMRI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Senin (14/9/2026) dengan pelemahan signifikan sebesar 1,70 persen ke level 6.429.

Sentimen negatif mendominasi pasar domestik, terlihat dari data perdagangan yang menunjukkan 517 saham mengalami koreksi.

Hanya 144 saham yang mampu menguat, sementara 122 saham lainnya stagnan.

Tekanan jual yang masif dari investor asing menjadi pemicu utama penurunan indeks hari ini.

Stockbit Sekuritas mencatat adanya aksi jual bersih atau net foreign sell dengan total nilai mencapai Rp 664,34 miliar.

Secara akumulatif, investor asing mencatatkan pembelian sebesar Rp 1,97 triliun, namun diimbangi dengan aksi jual mencapai Rp 2,63 triliun.

Sektor bahan baku menjadi pemberat utama laju IHSG dengan mencatatkan penurunan terdalam sebesar 2,65 persen.

Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memimpin pelemahan di sektor tersebut dengan anjlok 12,29 persen ke posisi Rp 7.675.

Investor asing terpantau melepas kepemilikan saham di emiten-emiten berkapitalisasi besar.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi sasaran utama aksi jual asing dengan nilai transaksi mencapai Rp 164,81 miliar.

Selanjutnya, investor asing juga melepas saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 127,90 miliar.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turut mencatatkan net sell asing sebesar Rp 124,55 miliar.

Tekanan jual asing juga menyasar saham PT Timah Tbk (TINS) senilai Rp 45,83 miliar dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp 34,71 miliar.

Kondisi pasar yang tertekan ini tercermin dari nilai transaksi harian yang mencapai Rp 8 triliun.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 17,32 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 1,19 juta kali.

Kapitalisasi pasar IHSG saat ini berada pada angka Rp 11.252 triliun.

Di tengah pelemahan mayoritas sektor, beberapa saham masih mampu mencatatkan kenaikan harga.

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat 3,70 persen ke level Rp 700.

PT Singaraja Putra Tbk (SINI) naik 1,72 persen menjadi Rp 13.325.

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga mencatatkan kenaikan 1,61 persen ke harga Rp 1.580.

Sebaliknya, daftar top losers didominasi oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang turun 12,29 persen.

PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) menyusul dengan pelemahan 7,41 persen ke Rp 200.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melengkapi daftar dengan penurunan 6,23 persen ke level Rp 2.860.

Pergerakan IHSG ini selaras dengan dinamika bursa saham Asia yang cenderung bervariasi.

Indeks Nikkei tercatat melemah 1,14 persen dan Shanghai Composite tergelincir 0,15 persen.

Namun, indeks Hang Seng justru menguat 0,29 persen dan Straits Times tumbuh 0,32 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa investor regional merespons beragam isu makroekonomi global yang memengaruhi sentimen pasar di Asia.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar