Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang cukup signifikan pada penutupan perdagangan Kamis, 10 September 2026.
Indeks utama bursa domestik tersebut tercatat merosot 1,33% atau setara dengan 88,86 poin ke level 6.589.
Di tengah sentimen negatif yang menekan pasar, perhatian investor tertuju pada aktivitas transaksi jumbo di saham PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI).
Bursa Efek Indonesia mencatat adanya transaksi crossing saham VICI dengan nilai mencapai Rp 1,25 triliun.
Aksi korporasi tersebut beriringan dengan penguatan harga saham VICI yang melonjak 5,71% menuju level 1.110.
Jika ditarik dalam rentang waktu sepekan, saham VICI telah mencatatkan performa impresif dengan kenaikan mencapai 24,72%.
Secara keseluruhan, data perdagangan menunjukkan volume transaksi harian mencapai 48,02 miliar saham.
Frekuensi perdagangan tercatat berlangsung sebanyak 2,66 juta kali sepanjang hari ini.
Total nilai transaksi di pasar modal Indonesia mencapai Rp 21,37 triliun dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 11.554 triliun.
Kondisi pasar hari ini didominasi oleh sentimen negatif, di mana 516 saham ditutup melemah.
Hanya 150 saham yang berhasil mencatatkan kenaikan, sementara 127 saham lainnya stagnan.
Seluruh sektor industri yang terdaftar di bursa kompak berakhir di zona merah.
Sektor energi menjadi salah satu yang paling tertekan dengan penurunan sektoral sebesar 2,06%.
Emiten energi seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) anjlok 4,5% ke level 212.
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menyusul dengan pelemahan sebesar 3,62% ke posisi 426.
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) juga mencatatkan penurunan signifikan sebesar 5,7% ke level 149.
Kondisi serupa terjadi pada sektor bahan baku yang mengalami tekanan jual cukup dalam.
Saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) merosot 5,61% ke level 925.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) terkoreksi 3,69% menjadi 5.225.
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turut melemah 3,64% ke level 530.
Di sisi lain, daftar top gainer hari ini dipimpin oleh PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) yang naik 8,80% ke level 3.710.
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengikuti dengan kenaikan 4,79% ke level 985.
PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) juga menguat 4,06% ke level 410.
Sebaliknya, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) menduduki posisi top loser setelah turun 8,16% ke level 2.250.
PT Indika Energy Tbk (INDY) melemah 7,69% ke level 2.880.
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melengkapi daftar dengan koreksi 5,85% ke level 805.
Kinerja bursa regional Asia pada waktu yang sama terpantau bergerak bervariasi.
Indeks Nikkei Jepang mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,14% ke level 65.232.
Sementara itu, Hang Seng terkoreksi 1,27% ke level 24.954.
Kospi Korea Selatan mencatat penurunan 0,25% ke level 7.033, dan Shanghai Composite turun 0,43% ke level 3.934.






















