IHSG Rawan Koreksi, Analis Rekomendasikan Saham AMRT, TINS, AKRA, JPFA

persen

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menghadapi tekanan koreksi pada perdagangan Kamis (18/6). Para analis memperingatkan investor untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar, sembari mencermati sejumlah emiten yang dinilai memiliki potensi penguatan teknikal, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Timah Tbk (TINS), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA).

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa secara teknikal, IHSG saat ini sedang bergerak dalam pola wave [iv] dari wave 3. Meskipun terdapat peluang indeks untuk melanjutkan kenaikan ke rentang 6.113 hingga 6.176, investor diminta untuk tetap mengantisipasi potensi koreksi yang membayangi di area 6.136 hingga 6.216. Berdasarkan perhitungan teknikal MNC Sekuritas, level support untuk IHSG berada di kisaran 5.784–5.594, sementara level resistance berada di rentang 6.286–6.459.

Dalam strategi perdagangan, MNC Sekuritas menyarankan metode buy on weakness untuk saham TINS dengan akumulasi di rentang Rp 3.130 hingga Rp 3.380. Target harga ditetapkan pada level Rp 3.710 hingga Rp 3.940, dengan catatan stoploss di bawah Rp 3.100. Selain itu, saham AMRT direkomendasikan untuk trading buy pada area Rp 1.305 hingga Rp 1.380 dengan target harga Rp 1.470 hingga Rp 1.535 serta batasan risiko stoploss di bawah Rp 1.295.

Senada dengan hal tersebut, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai ruang penguatan IHSG dalam jangka pendek cenderung terbatas. Nafan mencatat sentimen negatif dari aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp 328,73 miliar pada perdagangan terakhir, serta koreksi IHSG sebesar 28,06 persen secara year to date. Ia menyarankan investor untuk lebih selektif dengan mengakumulasi saham berfundamental kuat dan memiliki valuasi murah.

Sentimen global yang memengaruhi pergerakan pasar saat ini berpusat pada hasil pertemuan FOMC The Fed. Keputusan mempertahankan suku bunga di level 3,75 persen dengan proyeksi yang cenderung hawkish memberikan tekanan tersendiri bagi sentimen investor. Ketegangan geopolitik terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran juga menjadi faktor eksternal yang memicu ketidakpastian di pasar keuangan global.

Di dalam negeri, pasar tengah menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Konsensus pasar memprediksi adanya kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen sebagai upaya stabilisasi nilai tukar rupiah yang sempat melemah ke level Rp 17.762 per dolar AS. Terkait kondisi pasar saham, Nafan merekomendasikan pembelian saham AKRA di rentang harga Rp 1.215 hingga Rp 1.255 dengan target harga hingga Rp 1.390, serta saham JPFA di rentang harga Rp 1.875 hingga Rp 1.985 dengan target harga hingga Rp 2.110. Selain itu, saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) turut masuk dalam daftar rekomendasi beli setelah mengalami fase pullback di area harga Rp 715 hingga Rp 745.

Rekomendasi