Laba Bersih PTPP Meroket 196,5%, Simak Rekomendasi Sahamnya

Laba Bersih PTPP Meroket 196,5%, Simak Rekomendasi Sahamnya

Jakarta – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mencatatkan lonjakan laba bersih yang signifikan sebesar 196,5 persen secara tahunan pada semester I 2026.

Perusahaan konstruksi pelat merah ini membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp193,46 miliar.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan tajam dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di posisi Rp65,24 miliar.

Pencapaian laba ini terealisasi di tengah kondisi pendapatan usaha perusahaan yang justru mengalami tekanan penurunan.

Berdasarkan laporan keuangan per Selasa (21/7/2026), pendapatan usaha PTPP tercatat sebesar Rp5,95 triliun.

Realisasi tersebut menurun sekitar 11,2 persen dibandingkan pendapatan pada semester I 2025 yang mencapai Rp6,70 triliun.

Segmen jasa konstruksi masih mendominasi kontribusi pendapatan dengan nilai Rp4,89 triliun.

Sektor properti dan realti menyumbang Rp458,27 miliar, diikuti oleh sektor pertambangan sebesar Rp168,41 miliar.

Selain itu, segmen engineering, procurement and construction (EPC) menyumbang Rp161,27 miliar serta pendapatan keuangan atas konstruksi aset konsesi sebesar Rp155,86 miliar.

Sisa pendapatan perusahaan berasal dari lini bisnis persewaan peralatan, jalan tol, energi, dan pracetak.

Manajemen perusahaan berhasil melakukan langkah strategis dengan menekan beban pokok pendapatan secara signifikan.

Beban pokok pendapatan tercatat turun menjadi Rp5,19 triliun dari sebelumnya Rp5,78 triliun pada tahun lalu.

Selain efisiensi operasional, perseroan juga diuntungkan oleh lonjakan keuntungan selisih kurs yang mencapai Rp51,10 miliar.

Angka keuntungan selisih kurs ini jauh lebih tinggi dibandingkan capaian pada semester I 2025 yang hanya sebesar Rp3,91 miliar.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyebut peningkatan laba ini ditopang oleh keberhasilan perusahaan dalam melakukan optimalisasi biaya.

“Efisiensi operasional dan penurunan beban menjadi pendorong utama lonjakan laba PTPP pada semester I 2026,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Ia menambahkan bahwa penurunan harga bahan baku serta fokus pada proyek dengan marjin tinggi memperkuat profitabilitas perusahaan.

Senada dengan hal tersebut, Senior Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, menyoroti pentingnya perbaikan efisiensi non-operasional.

Meski demikian, ia mengingatkan agar investor tetap mencermati beban keuangan yang masih tergolong tinggi akibat leverage.

Kualitas pemulihan kinerja PTPP ke depan dinilai sangat bergantung pada arus kas dan progres pembayaran proyek strategis pemerintah.

Memasuki semester II 2026, prospek perusahaan dinilai tetap positif berkat percepatan penyelesaian proyek dan potensi kontrak baru.

Para analis merekomendasikan investor untuk mencermati saham PTPP dengan target harga di kisaran Rp254 hingga Rp280 per saham.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar