Jakarta – PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada semester pertama 2026 dengan perolehan laba bersih sebesar Rp 655 miliar.
Capaian positif ini didorong oleh terjaganya kualitas pembiayaan di tengah langkah strategis perusahaan dalam memperluas jangkauan bisnis ke segmen di luar komunitas.
Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, aset perseroan tercatat tumbuh sebesar 8% secara tahunan (year on year) menjadi Rp 23 triliun.
Penyaluran pembiayaan juga menunjukkan tren peningkatan sebesar 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total nilai mencapai Rp 11 triliun.
Dari sisi efisiensi dan kekuatan modal, perseroan mencatatkan return on asset (RoA) di level 7,2%.
Selain itu, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) tetap terjaga dengan kokoh di posisi 58,7%.
Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, menegaskan bahwa kualitas pembiayaan merupakan pilar utama yang menopang pertumbuhan bisnis perusahaan.
“Kualitas pembiayaan bukan hanya mencerminkan kesehatan bisnis bank, tetapi juga menunjukkan meningkatnya kapasitas nasabah dalam mengelola dan mengembangkan usahanya,” ujar Fachmy dalam keterangan resmi, dikutip pada Senin (27/7).
Memasuki tahun ke-12 operasionalnya, perusahaan berkomitmen untuk memperkuat fondasi bisnis melalui inisiatif baru bagi nasabah.
“Memasuki tahun ke-12, kami akan terus memperkokoh fondasi melalui kualitas pembiayaan yang sehat serta bertumbuh lebih beragam melalui pengembangan inisiatif baru bagi nasabah kami. Kami percaya, semakin besar dampak yang kami hadirkan bagi nasabah, semakin kuat pula pertumbuhan berkelanjutan yang dapat kami ciptakan,” tambah Fachmy.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari model bisnis unik yang mengintegrasikan layanan keuangan dengan pendampingan intensif bagi pelaku usaha ultra mikro.
Pendampingan tersebut berfokus pada penanaman empat perilaku unggul, yakni berani berusaha, disiplin, kerja keras, dan saling bantu (BDKS).
Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan daya tahan usaha nasabah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Selain mempertahankan fokus pada segmen ultra mikro, perseroan kini mulai melakukan diversifikasi melalui pembiayaan nonkomunitas.
Segmen baru ini mencakup pinjaman individu serta pembiayaan kepada lembaga nonkeuangan sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Diversifikasi tersebut bertujuan untuk memperluas sumber pendapatan sekaligus menciptakan stabilitas bisnis bagi seluruh pemangku kepentingan.
Hingga saat ini, BTPN Syariah tetap berpegang pada komitmen melayani masyarakat inklusi, dengan perempuan sebagai target utama pemberdayaan ekonomi.
Dana yang dihimpun dari masyarakat disalurkan kembali kepada segmen ultra mikro melalui community officer (CO) atau yang disebut sebagai #bankirpemberdaya.
Para CO ini merupakan tenaga profesional muda yang bertugas mendampingi keluarga prasejahtera di berbagai sentra nasabah.
Hasil pemantauan internal menunjukkan penurunan jumlah nasabah dalam kategori kemiskinan ekstrem serta peningkatan kemampuan pendidikan keluarga nasabah.
Saat ini, BTPN Syariah didukung oleh 14.500 karyawan, dengan 94% di antaranya adalah perempuan dan 52% merupakan lulusan SMA.
Perseroan melayani sekitar 7 juta nasabah, dengan 3,81 juta nasabah aktif yang tersebar di 26 provinsi.
Kekuatan fundamental perseroan turut diakui melalui peringkat kredit AAA(idn) dengan prospek stabil dari Fitch Ratings yang dikonfirmasi pada Februari 2026.
























