Jakarta – PT Lautan Luas Tbk. (LTLS) resmi memperkuat komitmen transisi energi melalui kerja sama strategis pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berskala besar.
Perusahaan distribusi dan manufaktur bahan kimia tersebut meneken heads of agreement dengan Greenvolt Power Indonesia pada Rabu (5/8/2026).
Langkah ini dilakukan bertepatan dengan perayaan hari jadi ke-75 perusahaan.
Presiden Direktur PT Lautan Luas Tbk., Indrawan Masrin, menyatakan bahwa kolaborasi ini menjadi tonggak transformasi perusahaan menuju operasional yang lebih berkelanjutan.
“Momentum 75 tahun menjadi landasan transformasi Lautan Luas dari implementasi PLTS di tingkat anak usaha menuju pendekatan yang lebih terintegrasi,” ucap Indrawan sebagaimana dikutip dari keterangan resmi perusahaan, Selasa (4/8/2026).
Proyek ini akan menyasar delapan fasilitas milik Lautan Luas yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur.
Pemanfaatan energi surya tersebut ditargetkan mampu menghasilkan pasokan listrik bersih mencapai 1,7 juta kilowatt-hour (kWh) per tahun.
Implementasi ini diproyeksikan mampu memangkas emisi karbon hingga 1.400 ton setara karbon dioksida (CO2e) setiap tahunnya.
Capaian tersebut dipandang krusial dalam mendukung target Sustainability Roadmap Lautan Luas periode 2022-2031.
Indrawan menambahkan bahwa penggunaan energi bersih menjadi strategi kunci untuk memperkuat ketahanan operasional perusahaan di tengah fluktuasi biaya energi global.
“Kolaborasi dengan Greenvolt Power Indonesia akan membantu kami mewujudkan inisiatif ini secara lebih efektif dan terencana, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan,” tutur Indrawan dalam pernyataan resminya.
Skema kerja sama ini menggunakan model zero upfront investment atau tanpa investasi awal.
Model tersebut memungkinkan Lautan Luas tetap menjaga fleksibilitas permodalan sembari mempercepat transisi energi di sektor manufaktur.
Pihak Greenvolt Power Indonesia akan bertanggung jawab penuh mulai dari kajian teknis, pengembangan proyek, pendanaan, hingga pemeliharaan jangka panjang.
Data kinerja dari PLTS ini nantinya akan diintegrasikan ke dalam pelaporan Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan.
Country Director Greenvolt Power Indonesia, Adam Salter, menegaskan bahwa pihaknya siap mengoptimalkan solusi energi terbarukan yang disesuaikan dengan kebutuhan teknis industri.
“Pengalaman kami dalam berbagai proyek energi terbarukan di berbagai negara, dipadukan dengan pemahaman terhadap karakteristik sektor energi di Indonesia, memungkinkan kami mendukung Lautan Luas mengintegrasikan energi bersih dalam operasionalnya,” ujar Adam melalui keterangan tertulisnya.
Ia menambahkan bahwa kemitraan ini bertujuan memperkuat efisiensi sekaligus ketahanan bisnis jangka panjang bagi klien.
“Pada saat yang sama, kolaborasi ini akan memperkuat efisiensi dan ketahanan bisnis jangka panjang,” imbuh Adam.
Tahap awal proyek dijadwalkan dimulai pada tahun ini, menyusul selesainya kajian teknis di fasilitas perusahaan.
Sementara itu, pembangunan tahap kedua direncanakan berlangsung pada tahun 2027 mendatang.
Langkah ini memperluas jejak energi terbarukan Lautan Luas, setelah sebelumnya menginisiasi proyek serupa di dua anak usaha, yakni PT Dunia Kimia Jaya dan PT Liku Telaga pada 2025.
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor kimia dan specialty ingredients, Lautan Luas melayani berbagai industri vital seperti makanan, minuman, hingga sektor minyak dan pelumas.






















