Menkeu Amankan APBN, Defisit Terkendali, SAL Jadi Tumpuan

persen

purbaya-ungkap-‘celengan’-apbn-rp420-t,-defisit-dikawal-2,9-persen
Purbaya Ungkap ‘Celengan’ APBN Rp420 T, Defisit Dikawal 2,9 Persen

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi fiskal pemerintah saat ini masih kuat. Hal ini ditopang cadangan anggaran atau Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai Rp420 triliun.

Purbaya menyebut ruang fiskal Indonesia masih cukup longgar. Meskipun harga minyak dunia bergejolak akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

“Ruang kita masih terbuka lebar sebetulnya. Jadi Anda enggak takut dengan kondisi APBN,” ujar Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (1/4).

Pemerintah, kata Purbaya, telah mengantisipasi tekanan dari kenaikan harga minyak. Bahkan dengan asumsi harga minyak mentah dunia rata-rata mencapai US$100 per barel sepanjang tahun.

Dengan skenario tersebut, defisit APBN 2026 dipastikan tetap terkendali di bawah batas aman.

“Kita mindset dengan asumsi bahwa harganya tinggi terus dan rata-rata 100 panjang tahun, kita lakukan kebijakan sehingga defisitnya terkendali di 2,9,” jelasnya.

Menurut Purbaya, tanpa kebijakan tambahan seperti work from home (WFH) sekalipun, defisit APBN sebenarnya sudah dapat ditekan di level tersebut.

“Tapi yang jelas dengan keadaan tanpa WFH pun, kita sudah ditekan di 2,9 persen,” imbuhnya.

Efisiensi dan realokasi anggaran membuat potensi pelebaran defisit hanya berada di kisaran 2,9 persen dari target awal 2,68 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Selain itu, pemerintah juga masih memiliki bantalan fiskal dari SAL yang saat ini mencapai Rp420 triliun.

“Kalau kepepet saya punya SAL naik ke Rp420 triliun, tapi itu enggak akan kepakai kalau kepepet banget. Jadi kondisi keuangan negara kita amat baik, punya bantalan yang cukup,” pungkas Purbaya.

Rekomendasi