Jakarta – Lonjakan harga tiket pesawat dan mahalnya harga komoditas pangan menjadi pemicu utama inflasi nasional pada Juni 2024.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan (mtm) berada di angka 0,44 persen, sementara inflasi tahunan (yoy) mencapai 3,34 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa sektor transportasi serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar.
Sektor transportasi mencatatkan inflasi sebesar 2,29 persen dengan andil 0,28 persen terhadap total inflasi.
“Tiga komoditas pendorong inflasi di kelompok transportasi adalah bensin dengan andil 0,21 persen, tarif angkutan udara dengan andil 0,05 persen dan oli mesin dengan andil inflasi 0,01 persen,” ujar Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/7).
Ateng menjelaskan bahwa kenaikan tarif angkutan udara dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat selama periode libur sekolah.
Di sisi lain, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang inflasi sebesar 0,20 persen dengan andil 0,06 persen.
Komoditas yang paling berpengaruh dalam kelompok ini adalah bawang merah dengan andil 0,04 persen, bawang putih 0,03 persen, dan beras 0,02 persen.
Menurut Ateng, inflasi pada bawang merah terjadi akibat terbatasnya pasokan secara nasional meskipun produksi di beberapa sentra sudah meningkat.
Sementara itu, kenaikan harga bawang putih dipengaruhi oleh lonjakan biaya angkutan barang global serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.




















