Jakarta – Persiapan operasional pemberangkatan jamaah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 hampir rampung. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan progres persiapan sudah mendekati 100 persen.
“Persiapan operasional terus kita matangkan,” ujar Mochamad Irfan Yusuf, menekankan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.
Fokus utama saat ini adalah memastikan keamanan dan keselamatan jamaah. Berbagai langkah mitigasi komprehensif disiapkan.
Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang lancar, bersih, dan bebas penyimpangan.
Jawa Timur, dengan kuota jamaah haji terbesar, memegang peran strategis sebagai barometer keberhasilan haji nasional.
Pemerintah juga menyoroti pengelolaan dana haji yang mencapai sekitar Rp18 triliun. Akuntabilitas menjadi kunci dalam setiap penggunaan anggaran.
Untuk menjaga transparansi, Kementerian Haji dan Umrah melibatkan KPK, Kejaksaan, dan Polri dalam pengawasan pengadaan dan tata kelola keuangan.
Langkah ini merupakan arahan Presiden untuk memastikan pelayanan haji yang transparan dan berorientasi pada kepuasan jamaah.





















