Pendapatan Cinema XXI Tembus Rp 2,6 Triliun di Semester I-2026

Ikhwan Setiawan

Pendapatan Cinema XXI Tembus Rp 2,6 Triliun di Semester I-2026

Jakarta – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk, pengelola jaringan bioskop Cinema XXI, mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I-2026.

Perusahaan membukukan total pendapatan sebesar Rp 2,63 triliun dalam periode enam bulan pertama tahun ini.

Dari capaian pendapatan tersebut, emiten dengan kode saham CNMA ini berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 201 miliar.

Selain itu, perusahaan mencatatkan perolehan EBITDA mencapai Rp 708,2 miliar hingga akhir Juni 2026.

Pemulihan kinerja yang signifikan terlihat jelas pada kuartal II-2026 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Pendapatan perusahaan melesat sekitar 40% menjadi Rp 1,5 triliun pada kuartal II, naik dari Rp 1,1 triliun pada kuartal I-2026.

Lonjakan pendapatan ini didorong oleh peningkatan jumlah penonton yang mencapai 21,9 juta orang pada kuartal II, dibandingkan dengan 15,5 juta orang pada kuartal I.

Pertumbuhan jumlah pengunjung berdampak langsung pada kenaikan pendapatan tiket bioskop sebesar 38% menjadi Rp 919,4 miliar.

Sektor makanan dan minuman (F&B) bahkan mencatatkan pertumbuhan yang lebih agresif, yakni sebesar 48% menjadi Rp 528,8 miliar.

Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, menyatakan bahwa hasil ini merupakan buah dari kedisiplinan perusahaan dalam menjalankan operasional.

“Capaian Perseroan pada semester pertama tahun 2026 mencerminkan konsistensi pelaksanaan strategi bisnis dan disiplin operasional Cinema XXI,” ujar Suryo dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026).

Ia menambahkan, perusahaan berkomitmen untuk terus mengoptimalkan potensi pendapatan dari berbagai lini bisnis yang ada.

“Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat fundamental bisnis, mengoptimalkan berbagai potensi lini pendapatan, serta memperluas jangkauan layanan demi memberikan nilai tambah bagi pelanggan, mitra, dan Perseroan secara berkelanjutan,” lanjutnya.

Secara proporsional, penjualan tiket masih menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp 1,58 triliun atau setara 60,2% dari total pendapatan.

Divisi makanan dan minuman menyumbang Rp 886,3 miliar, atau sekitar 33,7% dari total pendapatan keseluruhan.

Sementara itu, pendapatan dari sektor iklan, platform digital, serta penyelenggaraan acara memberikan kontribusi sebesar Rp 160,2 miliar atau 6,1%.

Dalam upaya memperluas jangkauan pasar, Cinema XXI menambah dua lokasi bioskop baru pada semester I-2026, yakni Ciplaz Cipanas XXI dan 23 Semarang XXI.

Penambahan tersebut mencakup tujuh layar baru, sehingga total bioskop yang dioperasikan hingga 30 Juni 2026 mencapai 269 lokasi.

Jaringan bioskop ini kini mengoperasikan total 1.395 layar yang tersebar di 55 kota dan 30 kabupaten di seluruh Indonesia.

Perusahaan juga mencatat tren positif dari minat penonton terhadap film nasional yang mendominasi lebih dari 65% total kunjungan sepanjang semester I-2026.

Sebanyak 17 film, baik produksi lokal maupun mancanegara, berhasil menembus angka lebih dari satu juta penonton di jaringan bioskop Cinema XXI selama periode Januari hingga Juni 2026.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang mencatatkan 15 film dengan capaian serupa.

Suryo menilai tingginya angka penonton tersebut sebagai cerminan apresiasi masyarakat terhadap karya film yang berkualitas.

Hal ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menyempurnakan fasilitas dan teknologi audiovisual demi pengalaman menonton yang lebih baik bagi pelanggan.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar