Surabaya – Kinerja penjualan eceran di Jawa Timur mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,2 persen secara bulanan (month to month/MtM) pada Februari 2026. Angka ini menunjukkan pemulihan signifikan setelah sebelumnya sempat terkontraksi sebesar 4,9 persen pada bulan Januari.
Direktur Eksekutif Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim, menyatakan bahwa kenaikan ini didorong oleh faktor musiman, terutama perayaan hari besar keagamaan nasional. Permintaan masyarakat melonjak seiring dengan periode Imlek, cuti bersama, serta dimulainya momentum Ramadan.
Secara tahunan (year on year/YoY), penjualan eceran di Surabaya tumbuh 13,2 persen, melampaui capaian bulan sebelumnya yang berada di angka 10,9 persen. Kinerja positif tersebut ditopang oleh kenaikan tajam pada kelompok suku cadang dan aksesori sebesar 40,4 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 13,3 persen.
Bank Indonesia memproyeksikan tren pertumbuhan ini akan berlanjut pada Maret 2026 dengan estimasi kenaikan sebesar 8,4 persen (MtM). Pertumbuhan tersebut didorong oleh tingginya konsumsi masyarakat selama Ramadan dan persiapan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, serta ekspektasi kelancaran distribusi barang.
Untuk skala tahunan, Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2026 diprediksi akan terus menguat hingga mencapai 13,6 persen (YoY). Kelompok barang seperti sandang, peralatan informasi dan komunikasi, serta kebutuhan pokok diprediksi menjadi motor utama pertumbuhan.
Di sisi lain, BI tetap memantau potensi tekanan inflasi. Meskipun Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) untuk Mei 2026 diperkirakan melandai di level 143,9 dibanding periode sebelumnya, tekanan harga diperkirakan kembali meningkat pada Agustus 2026 dengan proyeksi IEH di angka 167,1.
Ibrahim menambahkan bahwa meski sektor ritel menunjukkan tren optimis, pihaknya tetap mewaspadai risiko ketidakpastian global. Eskalasi konflik di Jazirah Arab menjadi perhatian khusus karena berpotensi memicu kenaikan harga energi dan produk turunannya, yang pada akhirnya dapat menekan daya beli masyarakat.





















