Hambalang – Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan transformasi energi nasional melalui perampingan struktur organisasi di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden saat memanggil Direktur Utama Pertamina, Simon A. Mantiri, ke kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada Minggu (9/8).
Fokus utama dari pertemuan ini adalah penertiban anak dan cucu perusahaan serta pemangkasan lapisan birokrasi yang dinilai menghambat kinerja perusahaan pelat merah.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa kebijakan ini menyasar perusahaan-perusahaan strategis seperti Pertamina dan PLN.
“Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya,” tulis Teddy melalui akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet.
Langkah restrukturisasi ini diambil pemerintah untuk menciptakan ekosistem BUMN yang lebih ramping, transparan, dan gesit dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Menurut Teddy, efisiensi operasional menjadi kunci utama agar pengambilan keputusan di tingkat korporasi dapat berjalan lebih cepat dan produktif.
“Pemangkasan ditujukan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas lebih meningkat dan efisiensi seluruh BUMN lebih terjaga,” jelas Seskab.
Selain membahas perampingan organisasi, pertemuan tersebut juga mengevaluasi progres program energi nasional yang sedang berjalan.
Presiden menyoroti kesiapan infrastruktur pendukung untuk penerapan mandatori Bioethanol serta perkembangan program Biodiesel 50 persen (B50).






















