IHSG Menguat ke 6.409, Simak Saham Pilihan Asing Sepekan Terakhir

persen

IHSG Menguat ke 6.409, Simak Saham Pilihan Asing Sepekan Terakhir

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja impresif dengan menguat sebesar 2,78 persen sepanjang pekan perdagangan yang berakhir pada Jumat (7/8/2026).

Indeks ditutup pada level 6.409,65 setelah mengalami kenaikan signifikan sebesar 1,04 persen pada hari terakhir perdagangan.

Kondisi pasar yang menghijau ini terjadi di tengah arus keluar modal asing yang masih mendominasi bursa domestik.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp 791,2 miliar selama kurun waktu sepekan tersebut.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa reli IHSG saat ini lebih didorong oleh sentimen domestik dan akumulasi selektif pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Minat investor asing terpantau sangat spesifik, terpusat pada sektor perbankan dan komoditas tertentu.

Saham PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan net buy asing tertinggi selama sepekan dengan nilai mencapai Rp 414,1 miliar.

Di sektor perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyusul dengan nilai akumulasi beli bersih asing sebesar Rp 280,64 miliar.

Selanjutnya, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatatkan net buy sebesar Rp 234,01 miliar.

Daftar akumulasi beli asing juga mencakup emiten perbankan papan atas lainnya seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 174,08 miliar.

Selain itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat net buy sebesar Rp 132,85 miliar, serta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 91,81 miliar.

Sektor komoditas lain yang diminati asing adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan nilai Rp 111,4 miliar.

Emiten lain yang masuk dalam daftar sepuluh besar akumulasi beli asing adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dengan Rp 102,6 miliar.

Terdapat pula PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) senilai Rp 77,01 miliar dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sebesar Rp 59,15 miliar.

Sebaliknya, tekanan jual asing yang cukup masif menekan saham-saham di sektor energi dan infrastruktur.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan net sell asing terbesar, yakni mencapai Rp 339,64 miliar.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyusul dengan catatan jual bersih sebesar Rp 297,36 miliar.

Posisi berikutnya ditempati oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dengan nilai net sell Rp 258,98 miliar.

Investor asing juga melakukan aksi lepas saham PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 199,84 miliar dan PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar Rp 187,13 miliar.

Aksi divestasi asing turut menyasar PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 110,07 miliar.

Tak ketinggalan, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan net sell Rp 101,62 miliar dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 80,05 miliar.

Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) juga mengalami tekanan jual senilai Rp 77,8 miliar.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melengkapi daftar emiten yang banyak dilepas oleh investor asing pada periode tersebut.

Data ini menunjukkan bahwa penguatan IHSG saat ini belum mencerminkan masuknya dana asing secara luas ke pasar saham Indonesia.

Pergerakan harga saham lebih banyak dipengaruhi oleh rotasi portofolio investor yang memilih saham-saham tertentu.

Kondisi ini menegaskan pentingnya selektivitas bagi investor domestik dalam merespons volatilitas pasar di tengah arus modal asing yang masih bersifat selektif dan cenderung defensif pada sektor-sektor tertentu.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar