Beijing – Presiden Prabowo Subianto hari ini, Selasa (2/9), bertolak menuju Beijing, Cina, memenuhi undangan khusus dari Presiden Xi Jinping. Keputusan untuk memenuhi undangan ini diambil setelah Presiden sempat menunda rencana kunjungan sebelumnya, kala fokus memantau situasi dalam negeri yang sempat bergejolak. Prabowo dijadwalkan menghadiri parade militer yang menandai 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, Pemerintah Cina sangat mengharapkan kehadiran Prabowo, setidaknya untuk satu hari acara. Desakan diplomatik dari Beijing menjadi alasan utama di balik keputusan ini, menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik antara kedua negara.
Kunjungan singkat ini direncanakan hanya untuk satu malam. Presiden Prabowo dijadwalkan kembali ke tanah air pada Rabu (2/9) malam, usai menuntaskan agenda diplomatik penting di ibu kota Cina tersebut.
Sebelumnya, Prabowo memang sempat membatalkan rencananya melawat ke Beijing pada pekan pertama September. Pembatalan kala itu dilatarbelakangi oleh keinginan untuk fokus memantau dinamika dalam negeri yang sempat tegang di sejumlah daerah. Menteri Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa kala itu Presiden telah memohon maaf kepada Pemerintah Tiongkok karena belum dapat memenuhi undangan Presiden Xi.
Keputusan untuk akhirnya berangkat diambil setelah Prabowo mempertimbangkan situasi dalam negeri. Menurut Prasetyo, Presiden telah memantau keadaan dan mendapatkan laporan bahwa kehidupan masyarakat berangsur-angsur pulih. Dalam kesempatan itu, beliau menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia, aparat kepolisian dan TNI, serta jajaran pemerintahan yang dinilai telah berkontribusi menjaga stabilitas.






















