PLN Jelaskan Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Surabaya

persen

tiga-hari-beruntun-mati-lampu-di-surabaya,-pln-buka-suara
Tiga Hari Beruntun Mati Lampu di Surabaya, PLN Buka Suara

Surabaya – Gangguan pasokan listrik yang melanda wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik selama tiga hari terakhir memicu kekacauan lalu lintas di sejumlah titik. Matinya lampu lalu lintas dan tidak berfungsinya palang pintu perlintasan kereta api otomatis menjadi dampak nyata yang dirasakan masyarakat akibat kendala teknis pada pembangkit PLN.

Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Dana, mengakui adanya penurunan kapasitas suplai listrik yang memaksa pihaknya menerapkan skema manajemen beban.

“PLN saat ini tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan menyusul adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik,” ujar Dana, Jumat (19/6).

Ia menambahkan bahwa manajemen beban dilakukan secara terbatas sebagai langkah darurat untuk menjaga stabilitas sistem. Meski demikian, PLN belum memberikan rincian mengenai pembangkit mana yang bermasalah maupun estimasi waktu pemulihan secara pasti.

Dampak pemadaman ini terasa signifikan di sektor transportasi. Di Surabaya, tujuh simpang lampu lalu lintas padam secara bersamaan pada Jumat (19/6), yang membuat petugas Dinas Perhubungan kewalahan.

“Baru tiga yang bisa kita genset, karena keterbatasan personel dan genset. Padamnya bersamaan jadi kewalahan,” ungkap petugas Penyediaan Perlengkapan Jalan (PPJ) Dishub Surabaya, Abi Dwi Septianto.

Kondisi serupa terjadi pada sistem perlintasan kereta api. Pada Kamis (18/6), palang pintu di JPL 1 Mayangkara dan JPL 17 Jagir sempat tidak berfungsi. Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyatakan pihaknya telah menyiagakan personel tambahan di lokasi terdampak.

“KAI Daop 8 Surabaya telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan menambah personel pengamanan di lokasi dan memasang rambu STOP secara manual,” jelas Mahendro.

Warga yang melintas di jalan raya pun mengeluhkan kesemrawutan arus lalu lintas akibat matinya lampu pengatur jalan. Ali Topan, salah satu warga, menuturkan bahwa kemacetan parah sempat terjadi di kawasan Jalan Kedung Cowek hingga Jalan Kenjeran akibat tidak berfungsinya lampu lalu lintas.

Hingga saat ini, PLN menyatakan masih terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik di wilayah terdampak, termasuk di sejumlah kawasan permukiman seperti Simo Kwagean, Kebraon, hingga Rungkut Mejoyo Selatan.

Rekomendasi