Saham Jasa Marga Terkoreksi, Simak Prospek Kinerja JSMR Tahun Ini

Rayhan Akhari

Saham Jasa Marga Terkoreksi, Simak Prospek Kinerja JSMR Tahun Ini

Jakarta – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) terus menggenjot akselerasi berbagai proyek strategis nasional di tengah tekanan kinerja saham perusahaan yang tercatat terkoreksi sebesar 11,73% sejak awal tahun 2026.

Meskipun harga saham JSMR saat ini berada di level Rp 3.010 per lembar, manajemen perseroan tetap fokus pada penyelesaian sejumlah ruas tol yang ditargetkan beroperasi secara bertahap hingga tahun 2028.

Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga, Ari Respati, mengungkapkan bahwa beberapa ruas tol saat ini telah memasuki tahap akhir konstruksi maupun uji laik fungsi.

Salah satu yang menjadi fokus adalah Jalan Tol Jogja-Bawen, khususnya seksi Ambarawa-Bawen sepanjang 4,98 kilometer.

“Diharapkan ini akan dapat dioperasionalkan di November tahun 2026,” ujar Ari dalam sesi Pubex Live JSMR, Rabu (9/9/2026).

Selain itu, ruas Yogyakarta-Banyurejo pada proyek yang sama dijadwalkan menjalani proses Professional Hand Over (PHO) pada akhir September mendatang.

Sementara itu, untuk ruas Tol Probolinggo-Banyuwangi, progres konstruksi pada seksi Paiton-Besuki telah mencapai 92,66% dan sedang dalam masa uji laik fungsi.

Secara keseluruhan, Jasa Marga menargetkan seluruh ruas Tol Probolinggo-Banyuwangi dapat beroperasi penuh pada kuartal pertama tahun depan.

Proyek lainnya, seperti Tol Akses Patimban sepanjang 14 kilometer, juga terus dipacu dengan skema pendanaan Viability Gap Funding (VGF) dari pemerintah untuk mengejar target operasional pada 2028.

Terkait pendanaan proyek, Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa perusahaan telah menyerap belanja modal (capex) sebesar Rp 4,4 triliun sepanjang semester I 2026.

“Namun kami estimasikan bahwa capex investasi sampai dengan akhir tahun 2026 adalah mencapai sekitar Rp 12 triliun,” ungkap Rivan dalam kesempatan yang sama.

Di sisi lain, analis pasar melihat bahwa penurunan harga saham JSMR saat ini justru membuka peluang bagi investor untuk melakukan akumulasi secara bertahap.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai fundamental bisnis Jasa Marga tetap defensif karena didukung oleh pendapatan berulang (recurring income) dari jalan tol.

Menurutnya, pemulihan harga saham JSMR masih terbuka lebar seiring dengan pertumbuhan trafik kendaraan, penyesuaian tarif tol, serta keberhasilan program asset recycling.

“Strateginya lebih tepat melalui akumulasi bertahap, sembari mencermati perkembangan trafik, arus kas, leverage, capex, dan kebijakan asset recycling sebagai katalis utama,” papar Nafan, Rabu (9/9/2026).

Ia menambahkan bahwa prospek kinerja JSMR pada periode 2026 hingga 2027 diprediksi akan membaik secara gradual.

Nafan memberikan rekomendasi add untuk saham JSMR dengan target harga berada di level Rp 3.240 per saham.

Meskipun menghadapi beban bunga dan kebutuhan capex yang besar, kemampuan perseroan dalam mengendalikan utang akan menjadi kunci keberlanjutan laba perusahaan di masa mendatang.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar