Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi isu mengenai potensi dirinya menduduki posisi Gubernur Bank Indonesia (BI) pasca pengunduran diri Perry Warjiyo.
Nama Purbaya santer dikaitkan dengan kursi pimpinan otoritas moneter tersebut di tengah transisi kepemimpinan di BI.
Namun, Purbaya menepis spekulasi tersebut dengan nada santai.
“Saya mah isu abadi, masuk sana sini, enggak pernah jadi,” kata Purbaya saat ditemui awak media seusai rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, Selasa (28/7).
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum menerima arahan atau instruksi apa pun dari Presiden Prabowo Subianto terkait jabatan tersebut.
Meski demikian, Purbaya menyatakan kesiapannya untuk mematuhi mandat kepala negara jika nantinya ditunjuk untuk menjalankan tugas tertentu.
“Kita ikutin perintah Bapak Presiden. Tapi belum, belum ada perintah dari presiden,” ujar Purbaya.
Purbaya juga mengaku tidak mengetahui proses seleksi atau nama-nama kandidat yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah untuk menggantikan Perry Warjiyo.
Ketika dikonfirmasi mengenai apakah sudah ada kandidat kuat yang mengerucut, ia memberikan jawaban singkat.
“Belum tahu saya,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, Perry Warjiyo secara resmi telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur BI pada Senin (27/7).
Presiden Prabowo Subianto telah memberikan restu atas pengunduran diri tersebut.
Sebagai langkah transisi, pemerintah telah menunjuk Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, sebagai pelaksana tugas (plt) gubernur.
Destry akan memegang kendali operasional BI sampai gubernur definitif ditetapkan melalui mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.
Purbaya memastikan bahwa pemerintah, melalui KSSK, telah memetakan dampak pengunduran diri Perry terhadap volatilitas pasar keuangan.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga kepercayaan investor agar tidak terganggu oleh dinamika pergantian pimpinan.
Purbaya menekankan pentingnya menjaga konsistensi arah kebijakan ekonomi nasional di tengah situasi transisi ini.
“Sudah, yang penting gini, kita tunjukkan ke pasar bahwa kebijakan kita tetap solid dan pro-growth dan pro-stabilitas serta market-friendly,” tegas Purbaya.
Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis.
Pemerintah berkomitmen untuk terus berkoordinasi guna memberikan sinyal positif bagi para pelaku pasar domestik maupun internasional.
Stabilitas moneter dan fiskal menjadi prioritas utama pemerintah dalam menjaga iklim investasi tetap kondusif pasca mundurnya sosok gubernur BI sebelumnya.
Proses penunjukan gubernur definitif selanjutnya akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku guna menjamin kredibilitas lembaga Bank Indonesia di mata publik dan pasar keuangan.





















