Harga Minyak Menguat Terdorong Negosiasi Selat Hormuz dan Ekspor Saudi

Harga Minyak Menguat Terdorong Negosiasi Selat Hormuz dan Ekspor Saudi

Sep. 30, 2026

Harga minyak mentah Brent kembali menguat mendekati level US$ 98 per barel, didorong oleh ketidakpastian negosiasi AS-Iran terkait Selat Hormuz. Meski demikian, pulihnya ekspor minyak Arab Saudi melalui rute alternatif membantu menjaga stabilitas pasokan global di tengah dinamika pasar energi.

Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Berpotensi Tertekan Hari Ini

Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Berpotensi Tertekan Hari Ini

Sep. 27, 2026

Rupiah diprediksi tertekan pada perdagangan awal pekan ini seiring penguatan indeks dolar AS yang tertahan di level 100. Ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed serta eskalasi geopolitik global menjadi sentimen utama yang membuat investor tetap waspada.

Ekspor Minyak Arab Saudi Melonjak ke Level Tertinggi Empat Bulan

Ekspor Minyak Arab Saudi Melonjak ke Level Tertinggi Empat Bulan

Sep. 22, 2026

Ekspor minyak mentah Arab Saudi naik 3,3 persen menjadi 4,125 juta barel per hari pada Juli 2026, mencapai level tertinggi dalam empat bulan terakhir. Meski pasokan meningkat, risiko geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi ancaman utama bagi stabilitas distribusi energi global ke depan.

Harga Minyak Terkoreksi di Awal Pekan Senin (21/9)

Harga Minyak Terkoreksi di Awal Pekan Senin (21/9)

Sep. 21, 2026

Harga minyak mentah WTI terkoreksi ke level US$ 99,50 per barel pada perdagangan Senin pagi di tengah upaya diplomasi internasional. Pasar kini memantau ketat risiko pasokan di Timur Tengah sambil menanti hasil pertemuan bilateral tingkat tinggi di New York.

Harga Minyak Tertekan Konflik Timur Tengah dan Ancaman Oversupply

Harga Minyak Tertekan Konflik Timur Tengah dan Ancaman Oversupply

Sep. 16, 2026

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus memicu kenaikan harga minyak mentah dunia akibat terhambatnya distribusi energi global. Meski saat ini berada di level tinggi, harga diprediksi akan terkoreksi signifikan menuju US$60-US$65 per barel jika konflik mereda dan pasokan kembali normal.