Lima produk ETF emas di Bursa Efek Indonesia kini mulai menarik perhatian investor seiring tren penguatan harga. Meski begitu, pelaku pasar institusi tetap selektif dan menilai bahwa tingkat likuiditas menjadi kunci utama sebelum menempatkan dana dalam skala besar pada instrumen ini.

ETF Emas Mulai Dilirik Institusi, Likuiditas Jadi Kunci Utama
Meski IHSG sempat menguat 4,72% dalam sebulan terakhir, kinerja pasar saham Indonesia sepanjang 2026 masih menjadi salah satu yang terburuk di dunia dengan koreksi 24,53% secara year to date. Tekanan makroekonomi diprediksi membuat prospek pasar tetap stagnan hingga akhir tahun.

IHSG Menguat 4,72% Sebulan, Kinerja Pasar Saham RI Masih Terburuk
Penguatan harga emas global ke level US$ 4.603 per ons troi turut mendorong prospek investasi ETF emas di pasar modal. Instrumen ini dinilai tetap menarik sebagai alat diversifikasi aset dan penyimpan nilai yang strategis di tengah ketidakpastian ekonomi hingga akhir 2026.

Harga Emas Menguat, Prospek ETF Emas Kian Menarik Akhir 2026
IHSG diprediksi melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan Senin dengan rentang gerak 6.480-6.580. Investor diminta tetap waspada terhadap aksi ambil untung sembari mencermati sentimen global serta rekomendasi saham pilihan analis untuk sektor perbankan dan komoditas.
















