Adhi Karya Lepas Saham Dua Anak Usaha, Fokus Bisnis Konstruksi

Adhi Karya Lepas Saham Dua Anak Usaha, Fokus Bisnis Konstruksi

Okt. 3, 2026

PT Adhi Karya (Persero) Tbk melakukan divestasi saham di dua anak usahanya, yakni PT Jasamarga Jogja Solo dan PT Dumai Tirta Persada. Langkah strategis ini diambil untuk merampingkan portofolio investasi serta memperkuat fokus perusahaan pada bisnis inti di sektor engineering dan konstruksi.

Waskita Karya (WSKT) Respons Kenaikan Peringkat Kredit dari Pefindo

Waskita Karya (WSKT) Respons Kenaikan Peringkat Kredit dari Pefindo

Sep. 13, 2026

Waskita Karya mencatatkan perbaikan peringkat kredit dari Pefindo, beranjak dari status Selective Default menjadi idB seiring dengan langkah restrukturisasi utang. Perubahan ini menjadi sinyal positif bagi perusahaan dalam upaya menjaga kepercayaan investor dan menyehatkan arus kas.

Total Bangun (TOTL) Kantongi Proyek Data Center Senilai Rp 17,2 Triliun

Total Bangun (TOTL) Kantongi Proyek Data Center Senilai Rp 17,2 Triliun

Sep. 9, 2026

PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) mencatatkan lonjakan pipeline proyek hingga Rp 17,2 triliun, dengan sektor data center menjadi kontributor utama sebesar 34%. Kinerja keuangan yang solid serta pertumbuhan laba bersih 54% memperkuat posisi TOTL sebagai penerima manfaat utama booming data center.

ADHI Percepat Restrukturisasi Utang dan Divestasi Aset di Tengah Suspensi

ADHI Percepat Restrukturisasi Utang dan Divestasi Aset di Tengah Suspensi

Agu. 27, 2026

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) tengah mempercepat restrukturisasi utang dan divestasi aset strategis guna memperbaiki kondisi keuangan pasca suspensi saham oleh BEI. Langkah ini dilakukan melalui transformasi bisnis dan fokus kembali pada lini konstruksi untuk menjamin kelangsungan usaha jangka panjang.

Laba Bersih Adhi Karya Naik 12,36% Meski Pendapatan Tertekan

Laba Bersih Adhi Karya Naik 12,36% Meski Pendapatan Tertekan

Jul. 22, 2026

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 12,56% menjadi Rp 8,49 miliar pada semester I 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh langkah efisiensi beban pokok pendapatan yang efektif, meskipun total pendapatan usaha perseroan mengalami penurunan sebesar 18,35%.