IHSG Terkoreksi, Saham Perbankan Menguat di Tengah Ekspektasi Suku Bunga
Mei. 19, 2026
IHSG turun 0,35% ke 6.576,07, namun saham BMRI dan BBRI menguat di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga BI akibat tekanan rupiah.
Mei. 19, 2026
IHSG turun 0,35% ke 6.576,07, namun saham BMRI dan BBRI menguat di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga BI akibat tekanan rupiah.
Mei. 1, 2026
IHSG turun 2,42% ke level 6.956,80 dan kapitalisasi pasar bursa berkurang Rp354 triliun menjadi Rp12.382 triliun dalam sepekan.
Des. 18, 2025
Saham perbankan melemah meski suku bunga turun, namun ada peluang reversal di 2026. Saham BBCA, BBRI, dan BMRI turun, sementara BBNI naik tipis.
Sep. 17, 2025
IHSG dibuka menguat 0,10% ke 7.965,64 dengan saham PTRO, BBRI, dan TOBA bergerak bullish. Investor menanti keputusan BI Rate dan data inflasi Inggris.
Sep. 10, 2025
BRI Danareksa merekomendasikan saham BBCA, TLKM, ISAT, dan INCO saat kepemilikan asing menurun, membuka peluang investasi di sektor perbankan dan komoditas.
Sep. 5, 2025
IHSG naik 0,47% ke 7.867,35 dengan kapitalisasi pasar Rp14.211 triliun. BBCA dominasi transaksi, sementara BREN pimpin market cap Rp1.154 triliun.
Sep. 4, 2025
Indeks Bisnis-27 naik 0,07% ke 517,24 meski IHSG turun 0,21% ke 7.869,59. Saham CPIN, BMRI, dan lainnya mendukung kenaikan, sementara IHSG melemah.
Sep. 1, 2025
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) diperdagangkan lebih rendah 2,22 persen pada hari ini, Senin (1/9/2025) pada pukul 14.38 WIB.
Agu. 31, 2025
IHSG diprediksi melemah akibat gejolak politik, namun saham emas dan perbankan seperti BBRI, AMMN, dan BRMS masih prospektif untuk dibeli.