Jakarta – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan kinerja positif pada perdagangan Senin (20/7/2026) dengan melanjutkan tren penguatan.
Lonjakan harga ini dipicu oleh tingginya minat beli dari investor asing serta adanya aksi transaksi tutup sendiri atau crossing saham dalam skala besar di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hingga pukul 10.45 WIB, harga saham emiten perbankan tersebut berada di posisi Rp 6.550 per lembar.
Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 75 poin atau setara dengan 1,16 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.
Tren penguatan ini semakin mempertegas performa positif BBCA dalam sepekan terakhir.
Secara akumulatif, saham perbankan milik Grup Djarum ini telah menguat sebesar 325 poin atau 5,22 persen dalam lima hari perdagangan terakhir.
Sentimen positif ini tidak terlepas dari derasnya arus modal masuk dari investor mancanegara.
Berdasarkan data perdagangan, BBCA tercatat sebagai saham dengan nilai pembelian bersih (net buy) asing tertinggi selama dua hari berturut-turut.
Pada Kamis (16/7/2026), investor asing membukukan net buy sebesar Rp 186,7 miliar.
Angka tersebut melonjak signifikan menjadi Rp 698,3 miliar pada perdagangan Jumat (17/7/2026), sebagaimana dicatat dalam laporan data pasar.
Selain aktivitas di pasar reguler, pasar negosiasi BEI juga mencatat transaksi crossing bernilai jumbo senilai Rp 1,2 triliun pada akhir pekan lalu.
Transaksi tersebut melibatkan volume sebanyak 1,9 juta lot saham dengan harga rata-rata Rp 6.400 per saham.
Proses transaksi ini difasilitasi oleh J.P. Morgan Sekuritas Indonesia dengan kode broker BK.
Uniknya, broker tersebut bertindak sebagai pihak pembeli sekaligus penjual untuk nilai transaksi yang identik, yaitu masing-masing Rp 1,2 triliun.
Secara teknis, crossing saham merupakan mekanisme perpindahan hak kepemilikan yang disepakati dua pihak melalui pasar negosiasi.
Praktik ini lazim digunakan investor institusi untuk memindahkan aset dalam jumlah besar tanpa memicu volatilitas harga di pasar reguler.
Hingga saat ini, belum ada keterbukaan informasi resmi mengenai identitas pihak yang terlibat maupun tujuan di balik transaksi tersebut.
Selain melalui broker BK, aktivitas di pasar negosiasi juga diramaikan oleh transaksi melalui Henan Putihrai Sekuritas (HP).
Nilai transaksi melalui broker HP tercatat mencapai Rp 492,8 miliar dengan harga rata-rata Rp 7.400 per saham.
Beberapa broker lain seperti XL, SQ, YU, DX, ZP, dan AK turut mencatatkan transaksi, meski dengan nilai yang jauh lebih kecil dibandingkan broker BK dan HP.
Dominasi dana asing dan transaksi jumbo ini menunjukkan posisi BBCA yang masih menjadi pilihan utama bagi investor institusi.
Kondisi ini memberikan sinyal pemulihan sentimen pasar terhadap saham BBCA setelah sempat mengalami tekanan sepanjang tahun berjalan.
Pelaku pasar kini memantau apakah tren ini akan berlanjut menjadi katalis utama bagi pergerakan harga saham BBCA dalam jangka pendek.



















