Jakarta – Pemerintah akhirnya mengungkap arah skema pembayaran gaji bagi 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang selama ini menjadi pertanyaan publik. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut gaji para manajer akan dibayarkan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, meski sumber dana akhirnya masih disusun pemerintah.
“Dan nanti itu kan karena Agrinas, tentu Agrinas Pangan yang akan membayar. Tapi uangnya dari mana, nanti akan ada skema berikutnya akan kita jelaskan,” kata Zulhas dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (4/5).
Zulhas mengatakan skema detail gaji akan disampaikan Kementerian Keuangan pada waktu yang tepat. Ia menegaskan, pemerintah masih memfinalisasi mekanisme pembiayaan tersebut.
Pernyataan itu menjadi penjelasan awal pemerintah mengenai pihak yang menyalurkan gaji manajer Kopdes Merah Putih. Sebelumnya, publik masih bertanya-tanya apakah dana tersebut akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Dana Desa, atau dari skema bisnis koperasi itu sendiri.
Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan besaran gaji maupun formula pembiayaan secara rinci. Namun, Zulhas memberi sinyal bahwa seluruh detail masih dalam tahap akhir pembahasan bersama Kementerian Keuangan.
Kepastian soal pembiayaan gaji ini menjadi sorotan karena pemerintah tengah menyiapkan 30 ribu posisi manajer Kopdes Merah Putih di berbagai desa dan kelurahan.
Para manajer itu nantinya bertugas mengelola unit usaha koperasi, mulai dari gerai sembako, pergudangan, layanan kesehatan, lembaga keuangan mikro, hingga distribusi kebutuhan pokok.
Selain formasi Kopdes Merah Putih, pemerintah juga membuka 5.476 lowongan untuk Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Dengan demikian, total posisi yang disiapkan mencapai 35.476.
Zulhas juga mengungkapkan, minat masyarakat terhadap rekrutmen ini jauh melampaui perkiraan pemerintah. Sejak pendaftaran dibuka pada 15 April hingga ditutup 25 April 2026, jumlah pelamar mencapai 639.732 orang.
Dari total itu, 487.819 pelamar menyampaikan kelengkapan administrasi, sedangkan 483.648 orang lolos seleksi administrasi.
Saat ini, proses seleksi sudah memasuki tahap tes kompetensi yang berlangsung pada 3-12 Mei 2026. Ujian digelar melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) di 72 titik lokasi di seluruh Indonesia.
Zulhas menilai penggunaan CAT dipilih untuk memastikan rekrutmen berjalan terukur dan transparan, seperti seleksi aparatur sipil negara.
“Tes CAT BKN (Badan Kepegawaian Negara) ini adalah sistem yang sudah teruji,” ujarnya.
Setelah tes kompetensi, peserta yang lolos masih harus melewati sejumlah tahapan lanjutan, termasuk tes mental ideologi, pemeriksaan kesehatan, pelatihan dasar kemiliteran Komponen Cadangan (Komcad), serta pelatihan manajerial sebelum ditempatkan.
Sebelumnya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut pemerintah tengah menyiapkan peraturan presiden khusus untuk mengatur sumber daya manusia Kopdes Merah Putih, termasuk sumber pembiayaan gaji para manajer. Ferry mengatakan para manajer itu nantinya akan berstatus pegawai BUMN.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat mengatakan belum bisa memastikan sumber dana untuk gaji tersebut.
Ia hanya menjelaskan, pemerintah sudah menyiapkan skema pembiayaan pembangunan Kopdes Merah Putih melalui cicilan sekitar Rp40 triliun per tahun yang berasal dari alokasi Dana Desa selama enam tahun ke depan.























