Produksi Beras Sumbar Naik, Luas Panen Padi Menyusut

persen

luas-panen-padi-turun,-produksi-beras-sumbar-2025-capai-800.613-ton
Luas Panen Padi Turun, Produksi Beras Sumbar 2025 Capai 800.613 Ton

Padang – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan luas panen padi di Sumatera Barat (Sumbar) pada tahun 2025. Meski demikian, produksi padi dan beras justru mengalami peningkatan.

Berdasarkan data BPS, luas panen padi pada 2025 mencapai 284.076 hektare. Angka ini turun 3,79 persen atau 11.203 hektare dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 295.279 hektare.

Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin menjelaskan, puncak panen padi pada 2025 terjadi di bulan Maret, sama seperti tahun sebelumnya.

Luas panen padi pada Maret 2025 tercatat 32.645 hektare, lebih rendah dibandingkan Maret 2024 yang mencapai 36.840 hektare.

“Potensi luas panen padi pada Januari-Maret 2026 diperkirakan mencapai 83.527 hektare, atau turun sekitar 9.805 hektare (10,51 persen) dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” ujar Nurul, Senin (2/2/2026).

Meski luas panen menurun, produksi padi di Sumbar sepanjang Januari hingga Desember 2025 justru naik.

Produksi padi mencapai sekitar 1.591.883 ton Gabah Kering Panen (GKP), naik 1,93 persen atau 30.197 ton GKP dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 1.561.686 ton GKP.

Produksi padi tertinggi pada 2025 terjadi pada Maret, yaitu sebesar 186.584 ton GKP. Sementara produksi terendah terjadi pada November, yaitu sekitar 77.243 ton GKP.

Namun, Nurul memperkirakan adanya penurunan produksi padi pada awal tahun 2026.

“Potensi produksi padi pada Januari-Maret 2026 diperkirakan mencapai 450.530 ton GKP, atau turun sekitar 80.559 ton GKP (15,17 persen) dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” jelasnya.

Jika dikonversikan menjadi beras, produksi padi sepanjang Januari hingga Desember 2025 setara dengan 800.613 ton beras.

“Atau mengalami peningkatan sebesar 15.187 ton (1,93 persen) dibandingkan 2024 yang sebesar 785.426 ton,” imbuh Nurul.

Produksi beras tertinggi pada 2025 terjadi pada Maret, yaitu sebesar 93.839 ton. Sementara itu, produksi beras terendah terjadi pada November, yaitu sebesar 38.848 ton.

Potensi produksi beras pada Januari-Maret 2026 diperkirakan mencapai 226.587 ton, atau turun sekitar 40.516 ton (15,17 persen) dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 267.103 ton.

Rekomendasi