Jakarta – Kapal tanker gas alam cair (LNG) milik Mitsui OSK Lines, perusahaan energi asal Jepang, diklaim berhasil melintasi Selat Hormuz pada Jumat (3/4).
Keberhasilan ini menjadikan kapal tersebut sebagai kapal Jepang pertama yang melewati selat strategis itu sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026.
Informasi ini dilaporkan oleh Al Jazeera.
Juru bicara perusahaan mengungkapkan kepada Reuters bahwa kapal berbendera Panama itu telah menyelesaikan transit dengan aman.
Namun, detail mengenai waktu pasti pelintasan dan negosiasi yang diperlukan untuk melewati selat tersebut tidak diungkapkan.
Japan Times melaporkan bahwa seluruh awak kapal SOHAR LNG, yang juga berbendera Panama, dalam kondisi aman.
Selat Hormuz ditutup setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari.
Padahal, selat ini merupakan jalur penting bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global.
Jepang sangat bergantung pada akses ke Selat Hormuz. Sekitar 90 persen impor minyak dan 6 persen impor LNG negara tersebut melewati jalur ini.
Korea Times melaporkan bahwa hingga Jumat (3/4) pagi, 45 kapal milik atau dioperasikan oleh entitas Jepang tertahan karena tidak dapat menyeberangi Selat Hormuz.
Kementerian Transportasi Jepang mencatat kapal-kapal tersebut terdiri dari 12 tanker minyak mentah, 12 tanker produk olahan atau kimia, sembilan kapal pengangkut mobil, dan enam tanker LNG. Informasi ini dilaporkan oleh stasiun televisi TBS.
Mitsui O.S.K. Lines sebelumnya melaporkan bahwa salah satu kapalnya mengalami benturan ringan di wilayah tersebut bulan lalu. Penyebab benturan tidak diketahui dan tidak ada korban luka.
Pada Kamis (2/4), sebuah kapal kontainer milik grup pelayaran Prancis CMA CGM juga dilaporkan telah menyeberangi Selat Hormuz.
Selain itu, kapal-kapal Tiongkok, tanker gas berbendera India, dan tanker minyak mentah yang dioperasikan oleh Yunani juga telah melewati Selat Hormuz sejak perang Iran dimulai.





















