Jakarta – Harga emas batangan bersertifikat yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Logam Mulia mengalami koreksi pada perdagangan [Rabu, 1/7/2026].
Pergerakan harga ini menunjukkan tren melemah dibandingkan dengan posisi penutupan pasar pada hari sebelumnya.
Data resmi dari situs Logam Mulia mencatat bahwa harga pecahan satu gram emas Antam kini berada di level Rp 2.625.000.
Angka tersebut mencerminkan penurunan sebesar Rp 5.000 per gram jika dibandingkan dengan harga pada [Selasa, 30/6/2026] yang sempat menyentuh Rp 2.630.000 per gram.
Tekanan harga tidak hanya terjadi pada harga jual, tetapi juga menyasar nilai buyback atau harga pembelian kembali oleh pihak Antam.
Harga buyback emas Antam saat ini ditetapkan di angka Rp 2.320.000 per gram.
Nilai tersebut mencatatkan penurunan signifikan sebesar Rp 15.000 per gram dibandingkan dengan harga buyback pada [Selasa, 30/6/2026] yang berada di level Rp 2.335.000 per gram.
Perubahan harga ini menjadi perhatian bagi para investor emas yang memantau fluktuasi pasar komoditas logam mulia di dalam negeri.
Pihak pengelola Logam Mulia menegaskan bahwa harga yang tercantum belum termasuk beban pajak yang mungkin dikenakan saat transaksi berlangsung.
Variasi harga per gram emas Antam ditentukan oleh berat batangannya, di mana biaya cetak menjadi faktor pembeda utama.
Secara umum, harga per gram untuk emas batangan berukuran kecil cenderung lebih mahal dibandingkan dengan emas batangan berukuran besar.
Berikut adalah rincian harga emas batangan Antam untuk berbagai pecahan per [Rabu, 1/7/2026]:
Pecahan 0,5 gram dipatok seharga Rp 1.362.500.
Pecahan 1 gram berada di angka Rp 2.625.000.
Pecahan 5 gram dijual dengan harga Rp 12.940.000.
Pecahan 10 gram saat ini bernilai Rp 25.800.000.
Pecahan 25 gram ditawarkan dengan harga Rp 64.335.000.
Pecahan 50 gram mencapai Rp 128.505.000.
Pecahan 100 gram berada di level Rp 256.860.000.
Pecahan 250 gram dijual seharga Rp 641.840.000.
Pecahan 500 gram bernilai Rp 1.283.400.000.
Pecahan 1.000 gram atau satu kilogram dibanderol sebesar Rp 2.565.600.000.
Para pelaku bisnis emas biasanya menggunakan harga emas batangan pecahan 1 kilogram sebagai patokan utama dalam menentukan nilai transaksi di pasar.
Analisis pasar menunjukkan bahwa fluktuasi harga ini dipengaruhi oleh dinamika harga emas global serta kondisi ekonomi makro yang sedang berlangsung.
Koreksi harga ini memberikan peluang bagi masyarakat untuk melakukan akumulasi aset emas dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan hari sebelumnya.
Namun, investor tetap disarankan untuk memantau pembaruan harga secara berkala melalui saluran resmi Logam Mulia sebelum melakukan transaksi jual maupun beli.
Ketergantungan terhadap biaya cetak dan distribusi menjadi alasan mengapa harga per gram antara satu ukuran dengan ukuran lainnya tidak seragam.
Masyarakat yang berniat melakukan investasi emas batangan diharapkan memperhatikan selisih antara harga beli dan harga buyback agar dapat mengelola risiko investasi dengan lebih optimal.
Pihak PT Aneka Tambang Tbk terus melakukan penyesuaian harga secara harian untuk memastikan nilai jual emas batangan tetap relevan dengan kondisi pasar terkini.






















