Jakarta – Tiga prajurit TNI gugur dalam insiden di Lebanon. Sejumlah prajurit lainnya dilaporkan terluka dan kini menjalani perawatan medis.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak telah menerima laporan duka tersebut.
Maruli menyampaikan informasi yang diterima masih terbatas pada identitas personel dan kondisi kesehatan. Rincian kronologi kejadian maupun tingkat keparahan luka belum diketahui.
“Jadi kami hari ini berduka, tiga anggota kita gugur,” kata Maruli, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (6/6/2024).
KSAD menambahkan, pihaknya juga menerima informasi mengenai prajurit yang dirawat di rumah sakit. “Ada yang kondisi masuk rumah sakit ada berapa orang, ada di Angkatan Darat ada dua orang,” ungkapnya.
Maruli menjelaskan, komunikasi langsung dengan satuan tugas di luar negeri berada di bawah kendali Mabes TNI. Pihaknya hanya menerima laporan terbatas.
“Yang kontak langsung kan Mabes TNI ya, kami dapat informasi hanya identitas tertentu dalam kondisi sakit,” ujarnya.
KSAD menegaskan, para prajurit telah dibekali prosedur operasional standar (SOP) yang ketat. Termasuk instruksi berlindung di bunker dalam situasi konflik untuk meminimalkan risiko.
“Tidak usah risau sebetulnya, mereka juga sebetulnya yang tahu apa yang harus dilakukan. Tapi apa pun juga semua pasti ada risikonya di tengah-tengah kejadian tersebut. Yang penting doakan saja semua bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Mabes TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan negara tengah menyiapkan investigasi atas insiden yang menewaskan tiga prajurit tersebut.
“Jadi mudah-mudahan nanti tindak lanjut penyelesaian ini saya kira sudah direncanakan oleh Mabes TNI, kemudian Kementerian Pertahanan, dan juga mungkin atas nama negara mudah-mudahan bisa semakin jelas bagaimana peristiwa ini terjadi,” ujar Maruli.
Pemerintah Indonesia telah meminta Dewan Keamanan PBB menggelar rapat luar biasa sebagai respons atas serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan, Indonesia mengutuk keras serangan terhadap personel dan fasilitas PBB. Indonesia menuntut investigasi menyeluruh.
Permintaan tersebut disetujui Prancis sebagai pen holder urusan Lebanon di Dewan Keamanan PBB. Fokusnya adalah memastikan jaminan keamanan bagi seluruh personel internasional.
Tiga prajurit yang gugur adalah Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.




















