Bursa Saham Kembali Beroperasi Usai Libur Hari Buruh Internasional

persen

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meniadakan kegiatan perdagangan saham pada Jumat (1/5/2026) sehubungan dengan peringatan Hari Buruh Internasional. Aktivitas transaksi di pasar modal dijadwalkan kembali normal pada Senin (4/5/2026).

Menjelang libur tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (30/4/2026) ditutup melemah 0,87% atau 61,55 poin ke level 7.039,67. Tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar (big caps) menjadi pemicu utama koreksi indeks.

Data BEI mencatat sebanyak 405 saham mengalami pelemahan, sementara 194 saham berhasil menguat dan 124 saham lainnya stagnan. Total kapitalisasi pasar tercatat berada di posisi Rp12.563,35 triliun.

Beberapa saham big caps yang mengalami koreksi dalam antara lain PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang turun 3,20%, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) sebesar 2,17%, serta PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang melemah 1,90%. Selain itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) masing-masing terkoreksi 1,89% dan 1,67%.

Di sisi lain, saham PT Prasidha Aneka Niaga Tbk. (PSDN) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) masuk dalam jajaran top gainers dengan penguatan masing-masing 29,90% dan 24,18%. Sebaliknya, PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk. (JAWA) dan PT Layland International Tbk. (LAPD) menjadi saham dengan pelemahan paling signifikan.

Tim riset Phintraco Sekuritas menilai, secara teknikal IHSG menunjukkan indikator death cross antara MA5 dan MA20 yang diperkuat oleh pelebaran negatif pada histogram MACD. Meski begitu, terdapat potensi technical rebound dalam jangka pendek mengingat indikator stochastic RSI telah memasuki area jenuh jual (oversold).

Sentimen eksternal menjadi perhatian utama para investor, terutama menanti hasil pertemuan The Fed serta rilis data ekonomi Amerika Serikat seperti PDB kuartal I/2026 dan indeks harga PCE. Dari sisi domestik, pergerakan pasar masih didominasi oleh musim laporan keuangan kuartal I/2026 serta aksi korporasi berupa pembagian dividen dan rights issue.

Rekomendasi