Jakarta – Sektor perbankan berkapitalisasi pasar jumbo atau yang dikenal sebagai big banks mencatatkan performa positif sepanjang perdagangan sepekan terakhir. Tren penguatan harga saham ini memicu optimisme investor mengenai potensi pembalikan arah atau rebound jangka panjang pada saham-saham perbankan nasional.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin kenaikan di kelompok ini dengan lonjakan harga sebesar 16,75 persen ke level Rp 5.925 per saham. Performa impresif juga ditunjukkan oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang menguat 10,90 persen dan ditutup pada harga Rp 3.560. Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan kenaikan 9,38 persen ke level Rp 4.200, diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang terapresiasi 4,01 persen ke harga Rp 2.850.
Di balik reli harga saham tersebut, investor asing justru masih menunjukkan sikap defensif dengan melakukan aksi jual bersih atau net sell pada keempat bank besar tersebut. BBRI mencatatkan nilai jual bersih asing tertinggi mencapai Rp 1,92 triliun. Aksi serupa juga terjadi pada BMRI sebesar Rp 503,29 miliar, BBCA sebesar Rp 412,78 miliar, dan BBNI sebesar Rp 201,49 miliar.
Analis Korea Investment dan Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menjelaskan bahwa penguatan harga saham perbankan pekan ini dipicu oleh respons pasar terhadap kebijakan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,5 persen. Investor memandang langkah tersebut sebagai komitmen kuat otoritas moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Selain faktor kebijakan BI Rate, sentimen positif juga datang dari aksi korporasi berupa pembelian kembali saham atau buyback yang dilakukan oleh bank-bank besar. Saat ini, BBCA diketahui tengah merealisasikan program buyback dengan alokasi dana mencapai Rp 5 triliun. Langkah serupa juga diambil oleh BBRI yang baru saja mengumumkan rencana buyback dengan anggaran sebesar Rp 500 miliar. Aksi ini dinilai mampu menopang harga saham di pasar sekunder.
Melihat valuasi yang dinilai sudah cukup terdiskon, Wafi memproyeksikan saham-saham big banks masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren rebound pada pekan mendatang. Terutama pada BBCA dan BBRI, harga saham saat ini dianggap sudah berada pada level yang sangat menarik bagi investor jangka panjang.
Kendati demikian, pergerakan saham sektor perbankan di masa depan masih akan sangat bergantung pada dinamika eksternal. Wafi menyoroti pentingnya pengumuman indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan akan rilis pada 24 Juni 2026. Hasil dari review indeks tersebut, dikombinasikan dengan konsistensi eksekusi program buyback oleh bank-bank Himbara, diprediksi akan menjadi penentu utama arah pergerakan harga saham big banks dalam waktu dekat. Para pelaku pasar kini bersikap cermat dalam memantau setiap sentimen makro ekonomi yang muncul untuk menentukan langkah strategis selanjutnya.
























