Jakarta – PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) mengumumkan perolehan nilai kontrak baru mencapai Rp 2,6 triliun hingga akhir Mei 2026. Angka tersebut merepresentasikan sekitar 65 persen dari total target perolehan kontrak baru yang dipatok perseroan untuk sepanjang tahun 2026, yakni sebesar Rp 4 triliun.
Corporate Secretary PT Total Bangun Persada Tbk, Anggie S. Sidharta, menjelaskan bahwa kontribusi kontrak baru tersebut didominasi oleh pengerjaan proyek pusat data atau data center, pembangunan hotel, serta sejumlah proyek gedung komersial lainnya. Perolehan ini dinilai masih berada dalam jalur yang tepat atau inline dengan target tahun berjalan yang telah ditetapkan oleh manajemen.
Di tengah tantangan makroekonomi yang ditandai dengan era suku bunga tinggi serta fluktuasi nilai tukar rupiah, perusahaan konstruksi ini berkomitmen untuk tetap mengedepankan strategi efisiensi. Fokus utama perseroan terletak pada seleksi proyek yang dilakukan secara prudent atau berhati-hati, serta pengelolaan risiko operasional yang ketat untuk menjaga stabilitas margin.
Anggie menegaskan bahwa dampak dari kenaikan suku bunga acuan terhadap kinerja keuangan perusahaan relatif minim. Hal tersebut dikarenakan PT Total Bangun Persada Tbk memiliki eksposur yang sangat kecil terhadap pinjaman berbunga. Kondisi neraca keuangan yang sehat ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam menjaga arus kas di tengah dinamika pasar.
Manajemen menegaskan bahwa target kinerja keuangan untuk tahun 2026 masih mengacu pada rencana awal. Meski demikian, perseroan tetap melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi pasar untuk mengantisipasi perubahan situasi ekonomi yang mungkin memengaruhi industri konstruksi nasional. Target pendapatan usaha tahun ini dipatok sebesar Rp 3,90 triliun, dengan proyeksi laba bersih mencapai Rp 400 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 837,71 miliar. Angka tersebut mengalami penurunan tipis sebesar 1,14 persen secara tahunan dibandingkan dengan pendapatan pada kuartal pertama tahun 2025 yang mencapai Rp 847,43 miliar.
Kendati pendapatan usaha mengalami sedikit koreksi, kinerja laba bersih perusahaan justru menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pada kuartal pertama 2026, laba bersih tercatat sebesar Rp 104,1 miliar, melonjak 37,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 75,78 miliar.
Peningkatan laba bersih tersebut didorong oleh kenaikan pada beberapa pos keuangan. Laba proyek ventura bersama tercatat naik menjadi Rp 62,88 miliar, yang kemudian mendorong laba kotor setelah laba proyek ventura bersama menjadi Rp 215,68 miliar. Selain itu, pendapatan lain-lain perseroan juga memberikan kontribusi positif dengan kenaikan menjadi Rp 30,37 miliar pada kuartal pertama 2026, meningkat dari Rp 22,98 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Dengan fundamental yang terjaga, perseroan optimistis dapat mencapai target akhir tahun di tengah kondisi pasar yang menantang.
























