Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) berencana melakukan efisiensi anggaran besar-besaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas temuan dugaan korupsi dan penggelembungan harga (markup) pada sejumlah pengadaan aset di tahun 2025.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyatakan bahwa pihaknya akan menyisir ulang seluruh pos belanja agar tidak terjadi duplikasi anggaran. Ia memberi sinyal bahwa pagu anggaran tahun depan yang sebelumnya dipatok Rp268 triliun berpotensi mengalami pemangkasan.
“Nanti yang bunyinya dan kurang lebih output-nya akan sama dengan yang 2025, kami bilang tidak ada lagi di 2026,” ujar Arum di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (15/6).
Meski tengah disorot aparat penegak hukum, Arum menegaskan bahwa aset yang sudah terlanjur dibeli menggunakan uang negara pada 2025 tidak akan dibiarkan terbengkalai. Pihaknya berkomitmen memaksimalkan pemanfaatan barang-barang tersebut, mulai dari motor listrik, perangkat teknologi informasi, laptop, hingga CCTV.
“Prinsip secara umum yang sudah keluar di 2025 karena uang negara sudah keluar, harus kita maksimalkan pemanfaatannya,” tegasnya.
Terkait aset yang menjadi objek penyidikan Kejaksaan Agung, Arum mengaku akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak berwenang. Ia memastikan kebutuhan pengadaan baru untuk tahun 2026 hanya akan dilakukan jika benar-benar mendesak dan tidak tersedia dari stok yang ada.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung mengungkap adanya dugaan korupsi dalam pengadaan 21.801 unit motor listrik senilai Rp1 triliun. Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menambahkan, terdapat indikasi selisih harga atau markup hingga ratusan miliar rupiah pada proyek tersebut.
Selain motor listrik, penyidik juga menyoroti pengadaan barang lain yang dinilai tidak sesuai kebutuhan, seperti 32 ribu pasang sepatu, 31 ribu tablet, serta 5.400 unit televisi berukuran 75 inci. Saat ini, nasib akhir dari aset-aset tersebut masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto serta hasil proses hukum yang sedang berjalan.





















