Kinerja Keuangan RANS Menurun, Nagita Slavina Ungkap Penyebab Utamanya

Rayhan Akhari

Jakarta – PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) mencatatkan penurunan pendapatan pada tahun buku 2025 dengan total perolehan sebesar Rp 353,38 miliar.

Angka tersebut menunjukkan kontraksi sebesar 13,91% jika dibandingkan dengan realisasi pendapatan perusahaan pada tahun 2024 yang mencapai Rp 410,50 miliar.

Perubahan kinerja keuangan ini menarik perhatian pelaku pasar yang menyoroti efektivitas strategi bisnis emiten tersebut di tengah upaya transformasi perusahaan.

Direktur Utama PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk, Nagita Slavina, menegaskan bahwa penurunan pendapatan tersebut merupakan konsekuensi langsung dari fase transformasi yang sedang dijalankan.

Manajemen perusahaan kini berupaya melakukan diversifikasi sumber pendapatan untuk mengurangi ketergantungan bisnis yang selama ini bertumpu pada figur pemiliknya, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

“Soal revenue yang turun di 2025, memang itu salah satu cara kita, strategi kita untuk mengurangi ketergantungan terhadap saya dan Raffi. Jadi memang kita melakukan diversifikasi lini bisnis pada waktu itu,” ujar Nagita di gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (10/7/2026).

Strategi tersebut diklaim telah membuahkan hasil dalam menekan kontribusi pendapatan dari sektor brand ambassador.

Berdasarkan data perusahaan, kontribusi sektor brand ambassador yang mencapai 24% pada tahun 2023, kini telah menyusut ke angka 14% pada tahun 2025.

Di saat bersamaan, lini bisnis di luar sektor media justru menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan menjadi penopang utama neraca keuangan perusahaan.

Sepanjang tahun 2025, sektor non-media berhasil menyumbang porsi sebesar 51,76% terhadap total pendapatan keseluruhan RANS.

Nagita menilai perubahan komposisi pendapatan ini sebagai langkah mitigasi risiko yang krusial bagi keberlangsungan bisnis perusahaan dalam jangka panjang.

Langkah ini diambil agar operasional perusahaan tidak lagi terlalu bergantung pada popularitas Raffi Ahmad maupun anggota keluarga lainnya.

“Jadi itu memang salah satu cara kita membuktikan bahwa memang risiko-risiko itu sudah kita lakukan terlebih dahulu di bisnis-bisnis kita yang akan datang supaya mengurangi risiko-risiko ketergantungan terhadap saya dan Raffi dan keluarga,” imbuh Nagita.

Ke depan, perusahaan menyatakan akan memfokuskan ekspansi bisnis pada sektor intellectual property (IP) dan pengembangan produk berbasis IP.

Selain itu, RANS juga berencana mengoptimalkan penyelenggaraan event serta mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) ke dalam ekosistem bisnis mereka.

Fokus baru ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas pendapatan yang lebih berkelanjutan bagi para pemegang saham di masa mendatang.

Transformasi ini juga berlangsung di tengah dinamika kepemilikan saham perusahaan yang baru-baru ini mencatatkan nama pengusaha Haji Isam dalam daftar pemegang 1% saham RANS.

Langkah strategis ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan tengah berupaya melakukan reposisi di industri hiburan dan ekonomi kreatif tanah air.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar