Rupiah Berpotensi Menguat Meski Dibuka Melemah ke Rp18.071 per Dolar

Rupiah Berpotensi Menguat Meski Dibuka Melemah ke Rp18.071 per Dolar

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah tipis pada perdagangan Kamis (16/7).

Data Bloomberg menunjukkan mata uang Garuda berada di level Rp 18.071 per dolar AS pada pembukaan pasar hari ini.

Posisi tersebut mencatatkan pelemahan sebesar 0,02 persen atau terkoreksi 3 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Hingga pukul 09.10 WIB, pantauan di lapangan menunjukkan rupiah masih tertekan di level Rp 18.072 per dolar AS, atau turun 0,02 persen setara 4 poin.

Pergerakan nilai tukar hari ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya rupiah sempat ditutup menguat di level Rp 18.068 per dolar AS.

Kenaikan tersebut sebelumnya merefleksikan apresiasi sebesar 0,13 persen dibandingkan posisi penutupan di hari sebelumnya yang berada di level Rp 18.091 per dolar AS.

Meskipun dibuka melemah, mata uang domestik diprediksi masih memiliki ruang untuk mencatatkan penguatan sepanjang sisa waktu perdagangan hari ini.

Sentimen positif utama datang dari pelemahan dolar AS di pasar global setelah rilis data inflasi produsen atau Producer Price Index (PPI) Negeri Paman Sam.

Data tersebut menunjukkan angka yang lebih rendah dari perkiraan konsensus pasar, sehingga menekan posisi dolar AS.

Analis Doo Financial, Lukman Leong, menyatakan bahwa data inflasi produsen memberikan indikasi bahwa tekanan harga di tingkat produsen tidak sekuat ekspektasi awal.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang kembali melemah setelah data inflasi produsen AS yang lebih lemah dari perkiraan,” ujar Lukman, Kamis (16/7).

Namun, ruang gerak penguatan rupiah dinilai masih akan tertahan oleh sejumlah faktor eksternal yang membayangi sentimen investor.

Pelaku pasar saat ini masih bersikap sangat berhati-hati dalam merespons ketidakpastian kondisi global.

Faktor utama yang membatasi potensi kenaikan nilai tukar adalah eskalasi tensi politik di kawasan Timur Tengah.

“Namun penguatan akan terbatas oleh geopolitik Timur Tengah yang masih memanas,” kata Lukman menambahkan.

Berdasarkan analisis teknikal dan fundamental yang ada, ia memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang yang ketat.

Mata uang Garuda diperkirakan akan berfluktuasi di kisaran Rp 18.000 hingga Rp 18.100 per dolar AS selama perdagangan hari ini.

Investor kini menantikan perkembangan lebih lanjut mengenai data ekonomi AS lainnya serta dinamika geopolitik yang bisa mengubah arah pergerakan mata uang secara mendadak.

Volatilitas di pasar keuangan diperkirakan tetap terjaga seiring dengan respons pasar terhadap rilis data ekonomi makro terbaru.

Kondisi ini menuntut kehati-hatian ekstra bagi para pelaku pasar dalam mengambil posisi di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar