SINI Teken Kontrak Tambang dengan Petrosea, Potensi Pendapatan Rp 57 Triliun

Rayhan Akhari

SINI Teken Kontrak Tambang dengan Petrosea, Potensi Pendapatan Rp 57 Triliun

Jakarta – PT Singaraja Putra Tbk (SINI) resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Petrosea Tbk (PTRO) untuk mengoptimalkan operasional pertambangan batu bara.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam perjanjian jasa pertambangan yang ditandatangani oleh dua anak usaha SINI, yakni PT Pesona Bara Cakrawala (PBC) dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP), pada Kamis (23/7/2026).

Proyek kolaborasi ini berlokasi di wilayah konsesi Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

SINI memproyeksikan total pendapatan dari penjualan batu bara selama masa kontrak akan mencapai Rp 57 triliun.

Durasi kerja sama ini ditetapkan berlaku sepanjang umur tambang atau life of mine.

Direktur Utama SINI, Amir Antolis, menyatakan bahwa lingkup pekerjaan utama meliputi pengupasan lapisan penutup (overburden removal) serta penggalian batu bara.

“Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung pencapaian target produksi batubara yang optimal serta penerapan tata kelola pertambangan yang baik (Good Mining Practices),” ujar Amir dalam keterbukaan informasi, Jumat (24/7/2026).

Amir menambahkan bahwa langkah ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perusahaan maupun seluruh entitas anak.

Secara rinci, untuk PT Pesona Bara Cakrawala (PBC), estimasi volume pengupasan lapisan tanah penutup mencapai 189 juta BCM.

Volume produksi batu bara PBC ditargetkan mencapai 42 juta ton.

Potensi pendapatan dari PBC diproyeksikan sebesar US$ 2,604 miliar untuk batu bara dengan kalori GAR 4.200 atau setara dengan Rp 45,57 triliun selama masa kontrak.

Sementara itu, untuk PT Cakrawala Bara Persada (CBP), estimasi volume pengupasan lapisan tanah penutup ditetapkan sekitar 40 juta BCM.

Target produksi batu bara untuk CBP mencapai 8 juta ton.

Adapun potensi pendapatan dari CBP diprediksi mencapai US$ 656 juta untuk batu bara dengan kalori GAR 5.000 atau setara dengan Rp 11,48 triliun selama masa kontrak.

Perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan kegiatan operasional dengan mengedepankan profesionalitas dan integritas.

Langkah ini dilakukan guna menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan dalam jangka panjang.

Sektor pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah menjadi fokus utama dalam kontrak kerja sama ini.

Efisiensi operasional melalui jasa pertambangan dari PTRO diharapkan dapat mempercepat akselerasi produksi di lokasi tambang tersebut.

SINI juga berupaya memperkuat posisi pasarnya melalui kemitraan dengan kontraktor yang memiliki kapabilitas mumpuni di industri pertambangan.

Pihak manajemen memastikan bahwa seluruh tahapan operasional akan tetap mematuhi regulasi pemerintah yang berlaku.

Kemitraan ini menjadi bagian dari strategi besar perusahaan dalam meningkatkan kinerja keuangan melalui optimalisasi aset tambang yang dimiliki.

Dengan estimasi pendapatan yang mencapai puluhan triliun rupiah, proyek ini menjadi salah satu pilar pertumbuhan utama bagi Singaraja Putra Tbk ke depannya.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar