Jakarta – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatatkan progres signifikan dalam aksi korporasi Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) V atau rights issue.
Hingga Rabu (22/7/2026), perusahaan telah berhasil menerbitkan sebanyak 79,82 miliar saham baru.
Pencapaian ini terkonfirmasi berdasarkan laporan PT Electronic Data Interchange Indonesia (EDII) kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada tahap terbaru yang berlangsung Selasa (21/7/2026), BNBR menerbitkan tambahan 4,87 miliar saham baru.
Seluruh saham baru tersebut dinyatakan efektif berlaku mulai 22 Juli 2026.
Total eksekusi saham dalam aksi korporasi ini kini menyentuh angka 79.826.361.399 lembar saham.
Berdasarkan harga pelaksanaan sebesar Rp 53 per saham, perusahaan berpotensi mengantongi dana segar sekitar Rp 4,23 triliun.
Meski realisasi telah mencapai angka tersebut, masih terdapat 10,09 miliar hak yang belum dieksekusi oleh pemegang saham.
Target maksimal penghimpunan dana dalam rights issue ini sebenarnya mencapai Rp 4,76 triliun, dengan total 89,91 miliar saham baru yang ditawarkan.
Artinya, masih terdapat potensi tambahan dana sekitar Rp 534,96 miliar yang bisa diserap hingga akhir periode pelaksanaan.
PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) memegang peran sentral dalam aksi korporasi ini.
BCI bertindak sebagai penyerap utama, termasuk menerima pengalihan hak dari pemegang saham sebelumnya.
Dua pemegang saham utama, Port Fraser International Ltd dan Fountain City Investment Ltd, diketahui tidak melaksanakan hak mereka.
Keduanya mengalihkan hak tersebut kepada BCI dengan total 40,08 miliar HMETD.
BCI menyatakan kesanggupannya untuk menyerap hak yang dialihkan tersebut dengan nilai mencapai Rp 2,12 triliun.
Lebih lanjut, BCI juga berposisi sebagai Pembeli Siaga (standby buyer) untuk saham yang tidak terserap.
Kapasitas BCI sebagai pembeli siaga dipatok mencapai nilai maksimal Rp 2,64 triliun.
Penerbitan saham baru ini mengubah struktur modal BNBR secara signifikan.
Jumlah saham beredar BNBR meningkat dari 248,36 miliar menjadi 328,18 miliar saham.
Saham baru hasil PMHMETD V ini kini merepresentasikan 34,15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan.
Manajemen BNBR menegaskan bahwa dana hasil aksi ini akan dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan.
Selain itu, dana tersebut ditujukan untuk mendukung berbagai rencana pengembangan usaha strategis perusahaan.
Bagi pemegang saham yang memilih untuk tidak melaksanakan haknya, potensi dilusi kepemilikan mencapai maksimal 34,15%.
Masa perdagangan dan pelaksanaan HMETD sendiri masih berlangsung hingga 27 Juli 2026 mendatang.
Proses selanjutnya akan mencakup pembayaran pemesanan saham tambahan pada 29 Juli 2026.
Penjatahan pemesanan saham tambahan dijadwalkan akan dilakukan pada 30 Juli 2026.
Pengembalian dana pemesanan yang tidak terpenuhi serta pembayaran oleh standby buyer akan diproses pada 31 Juli 2026.
Sementara itu, pergerakan harga saham BNBR di pasar modal terpantau fluktuatif.
Pada perdagangan Kamis (23/7/2026), saham BNBR ditutup melemah 6,09% ke level Rp 108 per saham.
Kendati demikian, dalam akumulasi lima hari perdagangan terakhir, saham tersebut sempat mencatatkan kenaikan sebesar 27,06%.























