Jakarta – PT Timah Tbk (TINS) resmi bergabung dalam skema pemanfaatan fasilitas notional pooling dan kredit modal kerja yang diinisiasi oleh PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID).
Kesepakatan tersebut dituangkan melalui penandatanganan perjanjian bersama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pada Kamis, 23 Juli 2026.
Langkah strategis ini melibatkan seluruh anggota perusahaan induk pertambangan MIND ID untuk mengoptimalkan pengelolaan arus kas grup.
Melalui fasilitas notional pooling, BBNI akan menyediakan layanan manajemen kas yang terintegrasi bagi seluruh entitas di bawah naungan MIND ID.
Layanan ini memungkinkan setiap anggota grup, termasuk PT Timah, untuk mengakses fasilitas pinjaman modal kerja dengan tenor jangka pendek.
Durasi pengembalian dana yang disepakati untuk fasilitas modal kerja ini ditetapkan kurang dari satu tahun.
Tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional keuangan melalui konsolidasi likuiditas di tingkat grup.
Meskipun telah mendapatkan akses ke fasilitas kredit tersebut, pihak manajemen PT Timah menegaskan posisi keuangan perusahaan saat ini masih terjaga dengan baik.
“Saat ini perusahaan tidak memiliki outstanding pinjaman,” ujar Division Head of Corporate Secretary TINS Rudy Nursalam dalam keterbukaan informasi, Jumat (24/7/2026).
Pernyataan tersebut memberikan sinyal bahwa fasilitas kredit yang disediakan oleh BBNI bersifat sebagai cadangan likuiditas atau standby facility.
Perusahaan tidak memiliki kewajiban mendesak untuk menarik pinjaman dalam waktu dekat.
Rudy menambahkan bahwa transaksi ini tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional harian perusahaan.
Selain itu, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan dipastikan tetap stabil pasca penandatanganan perjanjian tersebut.
Perseroan berkomitmen untuk tetap menjaga transparansi kepada para pemegang saham dan publik terkait perkembangan fasilitas ini.
Pihak emiten akan segera memberikan pembaruan informasi apabila terdapat realisasi penggunaan fasilitas atau perubahan signifikan lainnya.
Setiap langkah yang diambil perusahaan akan tetap memperhatikan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Langkah kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya MIND ID untuk memperkuat sinergi antar anak usaha dalam menghadapi dinamika pasar komoditas global.
Integrasi sistem perbankan diharapkan mampu meminimalisir biaya dana dan mempercepat proses transaksi keuangan di lingkungan holding.
Hingga saat ini, PT Timah masih berfokus pada efisiensi biaya produksi di tengah fluktuasi harga timah dunia.
Ketersediaan akses modal kerja yang fleksibel dinilai sebagai mitigasi risiko yang tepat untuk mendukung keberlanjutan proyek-proyek strategis perusahaan di masa mendatang.
Pasar merespons langkah konsolidasi keuangan ini sebagai upaya positif dalam manajemen risiko likuiditas perusahaan tambang pelat merah tersebut.






















