Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami rebound pada perdagangan hari ini, Senin (27/7/2026).
Optimisme ini muncul setelah indeks sempat mengalami tekanan jual yang cukup dalam pada penutupan akhir pekan lalu.
Data perdagangan mencatat IHSG ditutup melemah 118 poin atau sebesar 1,88% ke level 6.196,43 pada Jumat (24/7/2026).
Meskipun terjadi pelemahan signifikan di akhir pekan, secara akumulatif indeks masih mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,34% dalam sepekan terakhir.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memproyeksikan pergerakan indeks akan cenderung variatif dengan kecenderungan menguat terbatas.
Ia menetapkan rentang level support pada posisi 6.099 yang merupakan area MA50, sedangkan level resistance berada di angka 6.290.
Analisis teknikal menunjukkan adanya sinyal pergerakan yang perlu diwaspadai oleh para pelaku pasar.
“Indikator RSI bergerak turun, sejalan dengan MACD yang menunjukkan tren melandai,” ujarnya dikutip dari pernyataan resmi kepada awak media, Minggu (26/7/2026).
Sentimen global menjadi faktor utama yang mempengaruhi arah kebijakan investor pada awal pekan ini.
Faktor pertama adalah potensi terbukanya ruang negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran melalui mediasi Pakistan.
Upaya diplomatik ini turut mendapatkan dukungan dari China yang memiliki kepentingan besar dalam menjaga stabilitas kawasan.
“Hal ini akan meredakan kekhawatiran pasar, di mana harga minyak mentah mulai kembali terkoreksi,” ungkap Audi.
Faktor kedua yang menjadi perhatian utama investor adalah rilis keputusan suku bunga acuan.
Pasar berekspektasi bahwa suku bunga akan tetap dipertahankan pada level 3,75% dalam waktu dekat.
Investor juga menantikan sikap kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed) di tengah ketegangan geopolitik AS-Iran.
“Pasar akan cenderung wait and see hingga pernyataan resmi dari The Fed keluar,” paparnya lebih lanjut.
Di tengah kondisi pasar yang dinamis, Audi memberikan rekomendasi strategi investasi bagi pelaku pasar.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu saham yang direkomendasikan dengan strategi speculative buy.
Untuk BBCA, target support ditetapkan pada level Rp 6.000 per saham dengan resistance di angka Rp 6.750 per saham.
Selain itu, ia juga menyarankan speculative buy untuk PT Astra International Tbk (ASII).
Saham ASII diproyeksikan memiliki target support di level Rp 4.870 per saham.
Sementara itu, target resistance untuk saham ASII berada pada kisaran Rp 5.300 per saham.
Para investor disarankan untuk tetap mencermati dinamika sentimen global yang sewaktu-waktu dapat memicu volatilitas di lantai bursa.



















