Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia Juli 2026, Low Tuck Kwong Teratas

Ikhwan Setiawan

Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia Juli 2026, Low Tuck Kwong Teratas

Jakarta – Posisi puncak daftar orang terkaya di Indonesia mengalami pergeseran signifikan pada penghujung Juli 2026.

Data Forbes Real-Time Billionaires per Senin (27/7/2026) menunjukkan Low Tuck Kwong kini kembali memegang predikat sebagai individu dengan kekayaan bersih tertinggi di tanah air.

Pengusaha yang bergerak di sektor batu bara ini berhasil menggeser dominasi Prajogo Pangestu yang sebelumnya menempati urutan pertama.

Kekayaan bersih Low Tuck Kwong tercatat mencapai 16,8 miliar dolar AS atau setara dengan Rp300,72 triliun dengan asumsi kurs Rp17.900 per dolar AS.

Prajogo Pangestu kini menempati posisi kedua dengan total kekayaan sebesar 16,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp288,19 triliun.

Bisnis petrokimia dan energi yang dijalankan Prajogo tetap menjadi penopang utama asetnya di pasar global.

Di peringkat ketiga, R. Budi Hartono mencatatkan kekayaan sebesar 15,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp277,45 triliun.

Kekayaan keluarga Hartono ini bersumber dari portofolio kuat di sektor perbankan serta industri tembakau yang telah lama menjadi pilar ekonomi mereka.

Anthony Salim berada di posisi keempat dengan total aset mencapai 10,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp189,74 triliun.

Diversifikasi bisnis Anthony Salim mencakup sektor makanan, perbankan, hingga telekomunikasi yang terus memberikan kontribusi signifikan.

Tahir dan keluarga menempati urutan kelima dengan kekayaan sebesar 9,4 miliar dolar AS atau setara Rp168,26 triliun melalui bisnis perbankan dan layanan kesehatan.

Peringkat keenam diisi oleh Sri Prakash Lohia dengan kekayaan 8,5 miliar dolar AS dari sektor petrokimia.

Daftar ini juga menyoroti kebangkitan sektor teknologi digital melalui nama Otto Toto Sugiri di peringkat ketujuh dengan 7,8 miliar dolar AS.

Marina Budiman menyusul di posisi kedelapan dengan kekayaan 5,5 miliar dolar AS, memperkuat dominasi pengusaha pusat data dalam jajaran elite ekonomi nasional.

Lim Hariyanto Wijaya Sarwono berada di urutan kesembilan dengan kekayaan 4,5 miliar dolar AS dari perkebunan kelapa sawit dan pertambangan nikel.

Theodore Rachmat melengkapi daftar sepuluh besar dengan total kekayaan 4,2 miliar dolar AS yang berasal dari investasi dan otomotif.

Dominasi para konglomerat ini mencerminkan struktur ekonomi Indonesia yang masih sangat bergantung pada sektor komoditas dan industri strategis.

Fluktuasi nilai kekayaan para miliarder tersebut dipengaruhi oleh dinamika pasar saham global dan pergerakan harga komoditas utama.

Forbes memperbarui data secara real-time untuk mencerminkan perubahan aset berdasarkan nilai pasar perusahaan publik yang dimiliki oleh para tokoh tersebut.

Pergeseran peringkat ini menunjukkan betapa dinamisnya persaingan di antara para taipan dalam mempertahankan posisi puncak mereka di kancah nasional maupun internasional.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar