Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan berada di bawah tekanan pada perdagangan hari ini, Rabu (16/9/2026).
Proyeksi ini muncul menyusul pelemahan signifikan sebesar 1,13% yang membawa indeks ke level 6.461,15 pada penutupan perdagangan Selasa (15/9/2026).
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa pergerakan indeks domestik saat ini sangat dipengaruhi oleh sentimen negatif dari bursa global serta regional Asia.
Kondisi pasar yang tidak menentu ini juga diperburuk oleh lonjakan harga komoditas minyak dan gas bumi di tingkat dunia.
Selain faktor komoditas, pasar keuangan global tengah mencermati pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury.
Kenaikan imbal hasil US Treasury dinilai memicu kekhawatiran pelaku pasar akan potensi kebijakan pengetatan moneter lanjutan.
“Di sisi lain, UST yield juga meningkat yang juga meningkatkan probabilitas akan rate hike,” ujar Herditya, sebagaimana dikutip dari pernyataan resminya pada Selasa (15/9/2026).
Peningkatan probabilitas kenaikan suku bunga ini menjadi sentimen utama yang menekan minat investor terhadap aset berisiko di pasar saham.
Menghadapi situasi tersebut, Herditya memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang konsolidasi yang cenderung melemah.
Ia menetapkan level support berada di posisi 6.439, sementara batas atas atau resistance dipatok pada level 6.501.
“Kami perkirakan IHSG masih rawan koreksi dengan support di 6.439 dan resistance 6.501 pada Rabu (16/9), dimana investor masih akan mengamati perkembangan kondisi global,” jelasnya, dalam keterangan yang dirilis Selasa (15/9/2026).
Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global memaksa para pelaku pasar untuk tetap berhati-hati dalam menentukan posisi portofolio mereka.
Di tengah bayang-bayang koreksi, investor disarankan untuk tetap selektif dalam memilih saham yang memiliki fundamental kuat dan prospek teknikal yang menarik.
Berdasarkan analisis teknikal, beberapa saham yang layak dicermati hari ini mencakup sektor pertambangan dan konsumer.
Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) direkomendasikan untuk diperhatikan pada rentang harga Rp 785 hingga Rp 830 per saham.
Selain itu, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) berada dalam pantauan pada kisaran harga Rp 5.025 hingga Rp 5.400 per saham.
Emiten PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) juga masuk dalam daftar rekomendasi dengan target harga di level Rp 675 hingga Rp 690 per saham.
Seluruh pelaku pasar diharapkan memperhatikan dinamika harga komoditas yang masih fluktuatif akibat tensi geopolitik di Timur Tengah.
Pergerakan harga minyak dunia yang dibayangi isu kelebihan pasokan atau oversupply juga akan menjadi penentu arah pergerakan saham-saham sektor energi dalam jangka pendek.
Investor disarankan untuk terus memantau data ekonomi global yang akan dirilis guna mengantisipasi perubahan kebijakan moneter bank sentral dunia.

















