IHSG Melemah ke 6.439, BUMI hingga INDF Jadi Top Losers

Rayhan Akhari

IHSG Melemah ke 6.439, BUMI hingga INDF Jadi Top Losers

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang signifikan pada penutupan sesi pertama perdagangan Jumat (18/9/2026).

Indeks ditutup terkoreksi sebesar 22,68 poin atau setara dengan 0,35% ke level 6.439,74.

Sentimen negatif mendominasi pasar sepanjang sesi pagi hingga menjelang jeda siang.

Data perdagangan mencatat sebanyak 406 saham harus berakhir di zona merah.

Di sisi lain, hanya 207 saham yang mampu mencatatkan penguatan.

Sementara itu, terdapat 173 saham lainnya yang stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.

Mayoritas sektor industri tidak mampu menahan laju pelemahan pasar.

Tercatat sembilan dari sebelas indeks sektoral terperosok ke zona merah.

Sektor kesehatan menjadi penekan utama dengan penurunan sedalam 1,67%.

Kinerja sektor infrastruktur juga melemah dengan koreksi sebesar 1,27%.

Sektor keuangan turut mencatatkan penurunan sebesar 1,17%.

Di tengah tren pelemahan tersebut, hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau.

Sektor energi berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 0,22%.

Sektor teknologi juga menunjukkan ketahanan dengan penguatan sebesar 0,11%.

Aktivitas transaksi di bursa mencatatkan volume yang cukup masif.

Total volume perdagangan saham hingga sesi pertama mencapai 14,90 miliar saham.

Nilai transaksi harian yang dibukukan mencapai angka Rp 7,50 triliun.

Pergerakan saham-saham dalam indeks LQ45 menunjukkan dinamika yang cukup variatif.

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) memimpin jajaran top gainers dengan kenaikan 2,75%.

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menyusul dengan penguatan sebesar 1,92%.

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melengkapi deretan penguat dengan kenaikan 1,88%.

Di sisi sebaliknya, tekanan jual melanda sejumlah saham berkapitalisasi besar.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memuncaki daftar top losers dengan koreksi 3,47%.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengalami pelemahan sebesar 2,58%.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turut terkoreksi sebesar 2,44%.

Kondisi pasar yang cenderung melemah ini mencerminkan sikap hati-hati para pelaku pasar.

Para investor tampaknya merespons berbagai dinamika ekonomi domestik maupun global pada perdagangan hari ini.

Koreksi ini terjadi setelah IHSG sempat menunjukkan tanda-tanda penguatan pada pembukaan perdagangan pagi tadi.

Analis pasar modal, sebagaimana dirangkum dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jumat (18/9/2026), menilai bahwa aksi profit taking menjadi salah satu pemicu utama penurunan indeks.

Volume transaksi yang tinggi menunjukkan likuiditas pasar tetap terjaga meskipun tekanan jual cukup dominan.

Pelaku pasar kini menantikan arah kebijakan moneter lanjutan dan rilis data ekonomi makro yang dapat memengaruhi pergerakan indeks pada sesi kedua nanti.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar