Kemenkeu Buka Suara Terkait Nasib Utang Whoosh Usai Purbaya Dicopot

Rayhan Akhari

Kemenkeu Buka Suara Terkait Nasib Utang Whoosh Usai Purbaya Dicopot

Jakarta – Kementerian Keuangan tengah mematangkan proses pengalihan kepemilikan saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kepada pemerintah.

Langkah strategis ini dilakukan melalui serangkaian uji tuntas atau due diligence yang menyeluruh.

Proses tersebut mencakup evaluasi mendalam terhadap berbagai aspek krusial.

Pemerintah melakukan pemutakhiran data yang meliputi bidang fiskal, bisnis, finansial, serta aspek hukum.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Evita Manthovani, menyatakan bahwa tahapan ini menjadi kunci agar pengalihan berjalan tepat sasaran.

“Pengalihan saham PT PSBI ke pemerintah masih dalam proses finalisasi. Skemanya sudah ditetapkan dan dibahas secara detail. Sesuai kesepakatan, tidak melibatkan APBN,” ungkap Evita dalam acara taklimat media APBN KiTa di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Penegasan tersebut sekaligus menjawab keraguan publik mengenai potensi beban anggaran negara.

Kementerian Keuangan memastikan bahwa skema pembiayaan dalam pengalihan aset ini tidak akan mengganggu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Saat ini, pemerintah sedang menyusun rancangan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai payung hukum utama.

Koordinasi intensif terus dilakukan antara Kementerian Keuangan dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Pihak Kementerian BUMN juga turut dilibatkan dalam pembahasan guna memastikan sinkronisasi kebijakan.

Terkait valuasi, pemerintah tengah menghitung secara cermat nilai saham yang akan dialihkan.

“Agar pengalihan terencana dan tepat, diperlukan pemutakhiran aspek fiskal, bisnis, finansial, dan hukum. Kementerian Keuangan sedang menjalankan due diligence, termasuk terhadap harga saham. Penyusunan Perpres juga sedang dilakukan. Koordinasi dengan BP BUMN dan Danantara terus berjalan,” tambah Evita.

Dalam rencana skema yang telah disusun, saham konsorsium BUMN di proyek Whoosh tersebut akan dikelola melalui special mission vehicle (SMV).

SMV ini berada langsung di bawah naungan Kementerian Keuangan.

Langkah ini diambil untuk memperkuat tata kelola investasi pemerintah pada proyek strategis nasional.

Sebelumnya, Danantara dan Kementerian Keuangan telah mendiskusikan opsi pengalihan saham ini sebagai bagian dari restrukturisasi aset BUMN.

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) memang menjadi salah satu fokus utama dalam penataan investasi negara.

Pemerintah berupaya memastikan seluruh proses administrasi dan legalitas selesai sesuai dengan kerangka waktu yang ditargetkan.

Dengan adanya pemutakhiran data, pemerintah optimistis pengalihan saham akan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan operasional KCIC.

Proses due diligence yang sedang berlangsung diharapkan mampu meminimalisasi risiko fiskal di masa depan.

Hingga saat ini, belum ada kendala signifikan yang dilaporkan dalam tahapan finalisasi tersebut.

Seluruh pihak terkait berkomitmen untuk menyelesaikan transisi ini dengan prinsip kehati-hatian yang tinggi.

Kementerian Keuangan akan terus memberikan pembaruan mengenai perkembangan status saham PSBI setelah seluruh dokumen pendukung dan regulasi teknis disahkan.Kemenkeu Buka Suara Terkait Nasib Utang Whoosh Usai Purbaya Dicopot

Rekomendasi

Tinggalkan komentar