Jakarta – PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) secara resmi mengumumkan kesiapan finansial perusahaan dalam melunasi kewajiban obligasi yang akan jatuh tempo bulan depan.
Emiten sektor agribisnis ini telah mengalokasikan dana sebesar Rp 958 miliar untuk membayar pokok Obligasi Berkelanjutan III SMART Tahap II Tahun 2021 Seri C.
Jadwal jatuh tempo instrumen surat utang tersebut ditetapkan pada tanggal 19 Oktober 2026.
Wakil Direktur Utama SMAR, Jimmy Pramono, menyatakan bahwa perusahaan memiliki posisi kas yang cukup kuat untuk menuntaskan kewajiban tersebut tanpa kendala.
“Ketersediaan dana atas pembayaran pokok ini didukung oleh posisi likuiditas yang baik, sebagaimana tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian perseroan per 30 Juni 2026,” ujar Jimmy dalam keterbukaan informasi, Jumat (25/9/2026).
Selain nilai pokok, perusahaan juga berkomitmen melunasi seluruh bunga obligasi yang terutang.
Seluruh dana pelunasan akan disalurkan melalui rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Proses transfer dana tersebut dipastikan akan dilakukan secara tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya perseroan dalam memenuhi kewajiban keterbukaan informasi publik.
Penyampaian laporan ini merujuk pada Peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor I-E mengenai Kewajiban Penyampaian Informasi bagi perusahaan terbuka.
Kepatuhan ini menjadi krusial dalam menjaga kepercayaan investor di pasar modal Indonesia.
Dari sisi kinerja saham, SMAR sempat mengalami koreksi tipis pada perdagangan terakhir hari Jumat (25/9/2026).
Harga saham perseroan ditutup pada level Rp 6.200 per lembar, melemah 0,4% dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya.
Namun, jika melihat performa secara tahun berjalan atau year-to-date, saham SMAR masih menunjukkan tren positif.
Harga saham tercatat telah mengalami penguatan sebesar 29,98% sepanjang tahun 2026.
Kestabilan harga saham ini mencerminkan optimisme investor terhadap fundamental bisnis perusahaan di tengah tantangan industri agribisnis global.
Manajemen SMAR menegaskan bahwa komitmen pelunasan obligasi ini tidak akan mengganggu arus kas operasional perusahaan.
Likuiditas yang terjaga menjadi prioritas utama perusahaan dalam menjalankan berbagai proyek strategis ke depan.
Dengan penyelesaian kewajiban utang ini, SMAR berupaya menjaga profil utang yang sehat di mata para pemegang saham dan kreditur.
Pihak manajemen juga terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional guna memperkuat neraca keuangan perusahaan.
Kesiapan dana ini sekaligus memberikan kepastian bagi para pemegang obligasi bahwa hak-hak finansial mereka akan terpenuhi tepat pada waktunya.
Perusahaan terus memantau kondisi pasar guna memastikan strategi pendanaan tetap relevan dengan dinamika ekonomi saat ini.





















