Jakarta – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan pemulihan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang semester I 2026.
Perusahaan berhasil mencetak laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 102 juta.
Angka ini merupakan pembalikan posisi yang drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana perseroan sempat mencatatkan kerugian sebesar US$ 16 juta.
Lonjakan profitabilitas tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan konsolidasian yang mencapai US$ 1,40 miliar.
Realisasi pendapatan tersebut tumbuh sebesar 64% jika dibandingkan dengan capaian pada semester I 2025 yang berada di angka US$ 855 juta.
Kinerja operasional yang solid juga tercermin dari EBITDA perusahaan yang meroket hingga 191% menjadi US$ 512 juta.
Sebagai perbandingan, EBITDA MDKA pada periode Januari hingga Juni 2025 tercatat hanya sebesar US$ 176 juta.
Presiden Direktur Merdeka Copper Gold, Albert Saputro, menyatakan bahwa hasil positif ini merupakan refleksi dari penguatan profitabilitas di seluruh lini bisnis perseroan.
“Kinerja semester I 2026 mencerminkan penguatan profitabilitas di seluruh portofolio operasi Merdeka, didukung oleh peningkatan kinerja bisnis nikel dan emas,” ungkap Albert dalam keterangan resmi, Sabtu (26/9/2026).
Ia menambahkan bahwa fokus perusahaan saat ini tetap tertuju pada kedisiplinan eksekusi dan efisiensi operasional.
Strategi tersebut diproyeksikan dapat memperkuat penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.
Sektor nikel, melalui anak usaha PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), menjadi kontributor utama terhadap EBITDA perusahaan.
Peningkatan volume penjualan dan kenaikan harga bijih nikel menjadi faktor pendorong utama kinerja unit bisnis tersebut.
Secara operasional, MBMA mencatat produksi bijih nikel sebanyak 15,2 juta wet metric tonnes (wmt) sepanjang semester pertama tahun ini.
Capaian produksi tersebut menunjukkan pertumbuhan 121% secara tahunan, sementara volume penjualan naik 60% menjadi 12,4 juta wmt.
Efisiensi pengangkutan dan produktivitas area tambang utama menjadi kunci keberhasilan peningkatan output tersebut.
Di sektor emas, total produksi Grup Merdeka meningkat 32% secara tahunan menjadi 66.814 ons.
Tambang Emas Tujuh Bukit memberikan kontribusi terbesar dengan produksi mencapai 49.402 ons.
Sementara itu, Tambang Emas Pani yang baru beroperasi tahun ini menyumbang produksi sebanyak 17.412 ons.
Manajemen memproyeksikan kontribusi dari emas akan terus meningkat pada semester II 2026.
Peningkatan produksi tersebut didukung oleh laju penambangan yang lebih intensif serta optimalisasi operasi heap leach.
MDKA juga terus melanjutkan pengembangan proyek strategis, termasuk feasibility study untuk Proyek Tembaga Tujuh Bukit.
Di bisnis material baterai, perusahaan tengah memacu pengembangan proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) oleh PT Sulawesi Nickel Cobalt.
Proyek tersebut ditargetkan dapat memasuki tahap produksi pada semester II 2026.
Meski kinerja operasional menunjukkan tren positif, perseroan tetap mewaspadai dinamika ekonomi global.
Faktor-faktor seperti fluktuasi harga komoditas, biaya energi, hingga nilai tukar mata uang menjadi perhatian manajemen.
Perseroan berkomitmen untuk terus menjalankan pengendalian biaya yang ketat dan alokasi modal secara terukur hingga akhir tahun.






















